Resume Medis - Rawat Jalan

Riwayat Perubahan

Details
Tabel 1. Riwayat Perubahanan Resume Medis - Rawat Jalan
VersiTanggal PembaruanDeskripsi PerubahanPenanggung Jawab

v4.0

15 Februari 2024

  • Pembaruan alur integrasi pelayanan rawat jalan

  • Penambahan narasi definisi dan tahapan pengiriman pelayanan rawat jalan di Bab C. Integrasi

  • Pembaruan alur untuk pengiriman radiologi

  • Pembaruan narasi pengiriman data Radiologi dengan DICOM

  • Penambahan lampiran 4 dan 5 terkait alur pengiriman DICOM

  • Anisatul ‘Afifah

  • Jaisyullah Rafiul Islam

v3.0

18 Januari 2024

  • Pembaruan Playbook Resume Medis Rawat Jalan Jilid 1 dan 2 menjadi Playbook Modul Rawat Jalan (Jilid 1 dan 2 disatukan)

  • Penambahan Variabel dalam Bab C.3 Pengiriman Data Anamnesis, yaitu Riwayat Penyakit dan Riwayat Pengobatan

  • Penambahan Variabel dalam Bab C.4 Pengiriman Data Pemeriksaan Fisik, yaitu Pemeriksaan Fisik Head to Toe, Pemeriksaan Psikologis, Tinggi Badan, Berat Badan, dan Luas Permukaan Tubuh untuk Anak-Anak

  • Penambahan Bab C.5 Pengiriman Data Rencana Rawat Pasien

  • Penambahan Bab C.6 Pengiriman Data Instruksi Medik dan Keperawatan

  • Penambahan Variabel Status Puasa dalam Pemeriksaan Penunjang Laboratorium dan Radiologi

  • Penambahan Variabel Status Alergi Pasien terhadap Bahan Kontras/Zat Lainnya dan Status Kehamilan dalam Pemeriksaan Penunjang Radiologi

  • Penambahan Variabel Pengkajian Resep dalam Bab C.20 Pengiriman Data Peresepan Obat

Sania Fitria

v2.0

03 Mei 2023

  • Perubahan kode terminologi dengan SNOMED CT untuk variabel Prognosis, Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit, Tingkat Kesadaran, Rencana Tindak Lanjut/Cara Keluar dari Rumah Sakit, dan Edukasi.

  • Penambahan variabel keluhan utama.

Nindya Widita Ayuningtyas

v1.3

20 Maret 2023

Penyesuaian cardinality resources simplifier.

Nindya Widita Ayuningtyas

v1.2

08 Maret 2023

Penambahan informasi 6 fase integrasi SATUSEHAT pada Bab C Integrasi.

Nindya Widita Ayuningtyas

v1.1

16 Februari 2023

Perubahan struktur pada dokumen, adanya sub-bab “Pemetaan Nilai” dan “Pemetaan Variabel”/ “Terminologi Spesifik”/ “Ketentuan Pengisian”.

Nindya Widita Ayuningtyas

v1.0

14 Februari 2023

Rilis dokumen awal (Modul Rawat Jalan)
Resource: Patient, Encounter, AllergyIntolerance, Observation, Procedure, Medication, MedicationRequest, MedicationDispense, Condition, Composition, ClincalImpression, ServiceRequest, Specimen, DiagnosticReport, ImagingStudy.

Nindya Widita Ayuningtyas

ORIENTASI (ONBOARDING/PRE-USECASE)

Sebelum melakukan pengiriman data terkait pendaftaran pasien dan diagnosis, terdapat 4 langkah yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Autentikasi ke SATUSEHAT,

  2. Registrasi Struktur Organisasi,

  3. Registrasi Struktur Lokasi,

  4. Menyimpan Nomor IHS untuk Tenaga Kesehatan.

Autentikasi

Informasi autentikasi atau pertukaran/transaksi data akan dibahas lebih lanjut pada Autentikasi

Registrasi Struktur Organisasi

Berikut ini adalah struktur organisasi dari resume medis rawat jalan 1.

Registrasi Struktur Organisasi
Gambar 1. Registrasi Struktur Organisasi

Berikut ini adalah struktur organisasi dari resume medis rawat jalan 2.

Registrasi Struktur Organisasi
Gambar 2. Registrasi Struktur Organisasi

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Organization (data suborganisasi), dapat dilihat dalam resource Organization. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Organization dapat dilihat dalam Postman Collection.

Registrasi Struktur Lokasi

Berikut ini adalah struktur lokasi dari resume medis rawat jalan 1,

Registrasi Struktur Lokasi
Gambar 3. Registrasi Struktur Lokasi

Berikut ini adalah struktur lokasi dari resume medis rawat jalan 2,

Registrasi Struktur Lokasi
Gambar 4. Registrasi Struktur Lokasi

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Location (data sublokasi), dapat dilihat dalam resource Location. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Location dapat dilihat dalam Postman Collection.

Nomor IHS untuk Tenaga Kesehatan

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Practitioner (data nomor IHS Tenaga Kesehatan), dapat dilihat dalam resource Practitioner. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Practitioner dapat dilihat dalam Postman Collection.

INTEGRASI

Tahapan alur integrasi dan resource yang digunakan untuk resume medis rawat jalan dapat dilihat dalam Gambar 3.

Diagram Resume Medis Rawat Jalan
Gambar 5. Alur Integrasi Resume Medis Rawat Jalan

Alur integrasi dan format pengiriman data terkait secara umum pada Buku Panduan SATUSEHAT Resume Medis Rawat Jalan.

Data atau variabel Resume Medis Rawat Jalan yang dapat dipertukarkan dalam SATUSEHAT sebagai berikut:

Tabel 2. Informasi Variabel
No.VariabelResource FHIRPath FHIRFase

1

Identitas Pasien

1

a. Identitas Umum Pasien

1)

Nomor SATUSEHAT Pasien

Patient

Patient.identifier[i].use

Patient.identifier[i].system

Patient.identifier[i].value

2)

Nama Lengkap

Patient

Patient.name[i].text

3)

Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Patient

Patient.identifier[i].use

Patient.identifier[i].system

Patient.identifier[i].value

4)

Nomor Identitas Lain (Khusus WNA): Nomor Paspor / KITAS

Patient

Patient.identifier[i].use

Patient.identifier[i].system

Patient.identifier[i].value

5)

Tempat Lahir

Patient

Patient.extension:birthPlace

6)

Tanggal Lahir

Patient

Patient.birthDate

7)

Jenis Kelamin

Patient

Patient.gender

8)

Nama Penjamin

Patient

Patient.contact[i].name.text

9)

Nomor Telepon Penjamin

Patient

Patient.contact[i].telecom.system

Patient.contact[i].telecom.value

Patient.contact[i].telecom.use

b. Identitas Bayi Baru Lahir

1)

Nama Bayi

Patient

Patient.name

2)

NIK Ibu Kandung

Patient

Patient.identifier

3)

Nomor Rekam Medis

Patient

Patient.identifier.use

Patient.identifier.system

Patient.identifier.value

4)

Tanggal Lahir Bayi

Patient

Patient.birthDate

5)

Jam Lahir

Patient

Observation.code.coding

Observation.category.coding

Observation.valueTime

6)

Jenis Kelamin

Patient

Patient.gender

7)

Kelahiran ganda

Patient

Patient.multipleBirth[x]

2

Ruangan / Kelas / Poli

Encounter

Encounter.location

1

3

Tanggal dan Waktu Masuk

a

Tanggal Masuk

Encounter

Encounter.period.start

b

Jam Masuk

Encounter

Encounter.period.start

4

Keluhan Utama

Condition

Condition.code

5

5

Riwayat Alergi

AllergyIntolerance

AllergyIntolerance.category.coding

5

AllergyIntolerance.code.coding

6

Pemeriksaan Fisik

2

a

Vital Sign

1) Denyut jantung

Observation

Observation.category.coding

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity

2) Pernapasan

Observation

Observation.category.coding

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity

3) Tekanan darah

* Sistole

Observation

Observation.category.coding

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity

* Diastole

Observation

Observation.category.coding

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity

4) Suhu tubuh

Observation

Observation.category.coding

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity

7

Tingkat Kesadaran

Observation

Observation.category.coding

4

Observation.code.coding

Observation.value[x]

8

Pemeriksaan Penunjang

a

Laboratorium

Observation

Observation.category.coding

4

Observation.code.coding

Observation.value[x]

b

Radiologi

Observation

Observation.category.coding

6

Observation.code.coding

Observation.value[x]

ImagingStudy

9

Tindakan / Prosedur Medis

Procedure

Procedure.code.coding

2

Procedure.category.coding

10

Diagnosis

1

a

Diagnosis Awal / Masuk

Encounter

Encounter.diagnosis.condition

Encounter.diagnosis.use

Condition

Condition.code

b

Diagnosis Akhir / Keluar

1) Diagnosis Primer / Utama

Encounter

Encounter.diagnosis.condition

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

Condition

Condition.code

2) Diagnosis Sekunder / Penyerta

Encounter

Encounter.diagnosis.condition.code

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

Condition

Condition.code

11

Obat-obatan / Terapi

3

a

Nama Obat

Medication

Medication.code

MedicationRequest

MedicationRequest.medicationReference

b

Bentuk / Sediaan

Medication

Medication.form

MedicationRequest

MedicationRequest.medicationReference

c

Jumlah Obat

MedicationRequest

MedicationRequest.dispenseRequest.quantity

d

Metode / Rute Pemberian

MedicationRequest

MedicationRequest.dosageInstruction.route

e

Dosis Obat yang Diberikan

MedicationRequest

MedicationRequest.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.value

f

Unit

MedicationRequest

MedicationRequest.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.unit

g

Frekuensi / Interval

MedicationRequest

MedicationRequest.dosageInstruction.timing

h

Aturan Tambahan

MedicationRequest

MedicationRequest.dosageInstruction.additionalInstruction.coding

MedicationRequest.dosageInstruction.additionalInstruction.text

12

Diet

Composition

Composition.type

2

Composition.section.code.coding

Composition.text.status

Composition.text.div

13

Edukasi

Procedure

Procedure.code.coding

5

14

Prognosis

ClinicalImpression

ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept.coding

5

15

Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Condition

Condition.code

5

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition

16

Rencana Tindak Lanjut / Cara Keluar dari Rumah Sakit

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition

5

ServiceRequest

ServiceRequest.code.coding

17

Obat yang Dibawa Pulang

3

a

Nama Obat

Medication

Medication.code

MedicationDispense

MedicationDispense.medicationReference

b

Bentuk / Sediaan

Medication

Medication.form

MedicationDispense

MedicationDispense.medicationReference

c

Jumlah Obat

MedicationDispense

MedicationDispense.quantity

d

Metode / Rute Pemberian

MedicationDispense

MedicationDispense.dosageInstruction.route

e

Dosis Obat yang Diberikan

MedicationDispense

MedicationDispense.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.value

f

Unit

MedicationDispense

MedicationDispense.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.unit

g

Frekuensi / Interval

MedicationDispense

MedicationDispense.dosageInstruction.timing

h

Aturan Tambahan

MedicationDispense

MedicationDispense.dosageInstruction.additionalInstruction.coding

MedicationDispense.dosageInstruction.additionalInstruction.text

18

Instruksi untuk Tindak Lanjut

5

a

Kontrol ke

ServiceRequest

ServiceRequest.performer.organization

ServiceRequest.performer.locationReference

ServiceRequest.performer.locationCode

b

Tanggal

ServiceRequest.occurenceDateTime

c

Dalam Keadaan Darurat dapat Menghubungi

ServiceRequest.patientInstruction

19

Sarana Transportasi Untuk Rujuk

ServiceRequest

ServiceRequest.locationCode

5

20

Tanggal dan Waktu Discharge Administrasi

1

a

Tanggal Discharge Administrasi

Encounter

Encounter.period.end

b

Jam Discharge Administrasi

Encounter

Encounter.period.end

21

Pasien / Penanggung Jawab (Nama dan Tanda Tangan)

Encounter

Encounter.subject

1

22

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (Nama dan Tanda Tangan)

Encounter

Encounter.participant

1

Encounter.participant.type

1. Pendaftaran Pasien

Apabila melakukan pengiriman data kesehatan melalui SATUSEHAT yang memiliki elemen data terkait pasien, maka diperlukan informasi {patient-ihs-number} dari pasien yang bersangkutan. {patient-ihs-number} seorang pasien didapatkan dari Master Patient Index (MPI) Kementerian Kesehatan. MPI menyimpan data-data demografi pasien berskala nasional, mulai dari nama, tanggal lahir, alamat, identitas resmi yang diterbitkan pemerintah, dan lain lain. Setelah mendapatkan {patient-ihs-number}, ID dapat disimpan secara di masing-masing sistem internal Fasyankes maupun partner non-Fasyankes. {patient-ihs-number} akan mempermudah pelaporan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan pasien, karena partner tidak diwajibkan menyertakan data diri setiap ada pengiriman data {patient-ihs-number} juga dapat digunakan untuk melihat data diri pasien secara menyeluruh.

Proses pencarian {patient-ihs-number} dari pasien dapat dilakukan melalui FHIR API dengan metode GET. Untuk metode pencarian data pasien di SATUSEHAT secara detail dapat dilihat dalam resource Patient dan terkait panduan/playbook MPI dapat dilihat dalam dokumen Master Patient Index.

2. Pendaftaran Kunjungan Pasien

Kunjungan pasien dapat didefinisikan sebagai interaksi pasien terhadap suatu layanan Fasyankes. Sebagai contoh, dalam satu rangkaian rawat jalan, seluruh rangkaian dapat didefinisikan sebagai satu Encounter. Data-data kunjungan pasien yang direkam meliputi kapan pertemuan tersebut mulai dan selesai, siapa tenaga kesehatan yang melayani, siapa subjek dari pelayanannya, dan informasi pendukung lainnya.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Encounter yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data kunjungan:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter (data pendaftaran kunjungan pasien), dapat dilihat dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Encounter dapat dilihat dalam Postman Collection.

3. Pengiriman Data Keluhan Utama

Keluhan utama yang dimiliki pasien dapat dikirimkan menggunakan resource Condition.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Condition yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data diagnosis pasien:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Condition (data diagnosis), dapat dilihat dalam resource Condition. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Condition dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data keluhan utama melalui resource Condition dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3. Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik
Pemetaan Variabel Resource Condition

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Keluhan Utama

Condition.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Condition.category.coding.code

problem-list-item

Condition.category.coding.display

Problem List Item

Condition.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Condition.code.coding.code

SNOMED-CT code

Condition.code.coding.display

SNOMED-CT Description

4. Pengiriman Data Riwayat Alergi

Pasien mungkin memiliki informasi alergi terhadap zat atau bahan tertentu. Informasi tersebut dapat dimasukkan menggunakan resource AllergyIntolerance.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk AllergyIntolerance yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks Pengiriman Data Alergi:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource AllergyIntolerance (data alergi), dapat dilihat dalam resource AllergyIntolerance. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari AllergyIntolerance dapat dilihat dalam Postman Collection.

5. Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Fisik

Pemetaan Nilai Tanda Vital

Setelah sesi anamnesis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital (vital sign). Data hasil pemeriksaan fisik dapat dikirimkan melalui resource Observation.

Berikut pemetaan nilai untuk Observation yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pemeriksaan laboratorium:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Observation (data tanda vital), dapat dilihat dalam resource Observation. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Observation dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data tanda vital melalui resource Observation dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data tanda vital melalui resource Observation
Pemetaan Variabel Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Denyut Jantung

Observation.category[i].coding[i].system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[i].coding[i].code

vital-signs

Observation.category[i].coding[i].display

Vital Signs

*Observation.code.coding.system

http://loinc.org

*Observation.code.coding.code

8867-4

*Observation.code.coding.display

Heart rate

Observation.valueQuantity.value

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity.unit

beats/min

Observation.valueQuantity.system

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity.code

/min

Pernapasan

Observation.category[i].coding[i].system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[i].coding[i].code

vital-signs

Observation.category[i].coding[i].display

Vital Signs

*Observation.code.coding.system

http://loinc.org

*Observation.code.coding.code

9279-1

*Observation.code.coding.display

Respiratory rate

Observation.valueQuantity.value

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity.unit

breaths/min

Observation.valueQuantity.system

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity.code

/min

Tekanan Darah Sistole

Observation.category[i].coding[i].system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[i].coding[i].code

vital-signs

Observation.category[i].coding[i].display

Vital Signs

*Observation.code.coding.system

http://loinc.org

*Observation.code.coding.code

8480-6

*Observation.code.coding.display

Systolic blood pressure

Observation.valueQuantity.value

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity.unit

mm[Hg]

Observation.valueQuantity.system

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity.code

mm[Hg]

Tekanan Darah Diastole

Observation.category[i].coding[i].system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[i].coding[i].code

vital-signs

Observation.category[i].coding[i].display

Vital Signs

*Observation.code.coding.system

http://loinc.org

*Observation.code.coding.code

8462-4

*Observation.code.coding.display

Diastolic blood pressure

Observation.valueQuantity.value

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity.unit

mm[Hg]

Observation.valueQuantity.system

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity.code

mm[Hg]

Suhu Tubuh

Observation.category[i].coding[i].system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[i].coding[i].code

vital-signs

Observation.category[i].coding[i].display

Vital Signs

*Observation.code.coding.system

http://loinc.org

*Observation.code.coding.code

8310-5

*Observation.code.coding.display

Body temperature

Observation.valueQuantity.value

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity.unit

C

Observation.valueQuantity.system

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity.code

Cel

Pemetaan Nilai Tingkat Kesadaran

Hasil pemeriksaan tingkat kesadaran dapat dikirimkan menggunakan resource Observation.

Berikut pemetaan nilai untuk Observation yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait:

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Observation (data tingkat kesadaran), dapat dilihat dalam resource Observation. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Observation dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data tingkat kesadaran melalui resource Observation dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 5. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data tingkat kesadaran melalui resource Observation
Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Tingkat Kesadaran

Observation.category[i].coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[i].coding.code

exam

Observation.category[i].coding.display

Exam

*Observation.code.coding.system

http://loinc.org

*Observation.code.coding.code

67775-7

*Observation.code.coding.display

Level of responsiveness

Observation.valueCodeableConcept[i].coding.system

Observation.valueCodeableConcept[i].coding.code

Observation.valueCodeableConcept[i].coding.display

Keterangan

http://snomed.info/sct

248234008

Mentally alert

1. Sadar Baik/Alert: 0

http://snomed.info/sct

300202002

Response to voice

2. Berespon dengan kata-kata/Voice: 1

http://snomed.info/sct

450847001

Response to pain

3. Hanya berespons jika dirangsang nyeri/pain: 2

http://snomed.info/sct

422768004

Unresponsive

4. Pasien tidak sadar/unresponsive: 3

http://snomed.info/sct

130987000

Acute confusion

5. Gelisah atau bingung: 4

http://snomed.info/sct

2776000

Delirium

6. Acute Confusional States: 5

6. Skema Pengiriman Data Terkait Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Pengiriman data terkait pemeriksaan penunjang memiliki 2 skema, yaitu:

  1. Pemeriksaan Penunjang Tunggal

    1. Data yang perlu dikirimkan, yaitu:

      1. 1 data permintaan (ServiceRequest)

      2. 1 data spesimen (Specimen)

      3. 1 data hasil pemeriksaan (Observation)

      4. 1 data laporan pemeriksaan (DiagnosticReport) Data permintaan (ServiceRequest), data spesimen (Specimen), dan data hasil pemeriksaan (Observation) akan di referensi dalam data laporan pemeriksaan (DiagnosticReport)

Pemeriksaan Penunjang Tunggal
Gambar 6. Skema Pemeriksaan Penunjang Tunggal
  1. Pemeriksaan Penunjang Panel/Paket

    1. Contoh kasus: Seorang dokter melakukan permintaan pemeriksaan panel elektrolit darah yang terdiri dari 3 parameter yaitu natrium, kalium, dan klorida darah. Maka, data yang perlu dikirimkan yaitu:

      1. 1 data permintaan (ServiceRequest) dengan kode LOINC untuk panel elektrolit darah

      2. 1 data spesimen (Specimen)

      3. 3 data hasil pemeriksaan (Observation) terdiri dari kode LOINC untuk natrium darah, kalium darah, klorida darah

      4. 1 data laporan pemeriksaan (DiagnosticReport) dengan kode LOINC untuk panel elektrolit darah. 3 data hasil pemeriksaan (Observation) akan di referensi dalam data DiagnosticReport.

Pemeriksaan Penunjang Panel
Gambar 7. Skema Pemeriksaan Penunjang Panel

7. Pengiriman Data Permintaan Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Sebelum melakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, diperlukan langkah permintaan pemeriksaan penunjang. Pengiriman data terkait permintaan pemeriksaan penunjang dapat dilakukan menggunakan resource ServiceRequest. Data permintaan pemeriksaan penunjang laboratorium yang dapat dikirimkan antara lain nama pemeriksaan, pasien terkait, kunjungan terkait, tanggal permintaan akan dilakukan, tanggal permintaan dibuat, dan tenaga kesehatan yang melakukan permintaan.

Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen ServiceRequest.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang diminta. Referensi pemetaan pemeriksaan laboratorium dengan kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Permintaan” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Laboratorium ketika mengirimkan data melalui resource ServiceRequest.

Satu payload atau satu record dari resource ServiceRequest hanya dapat digunakan untuk 1 kode/permintaan parameter laboratorium. Sehingga, apabila dilakukan permintaan 2 parameter laboratorium, sebagai contoh panel elektrolit dan hemoglobin, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode panel elektrolit dan 1 payload berisi kode parameter hemoglobin.

Berikut pemetaan nilai untuk ServiceRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ServiceRequest (data permintaan pemeriksaan penunjang laboratorium), dapat dilihat dalam resource ServiceRequest. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari ServiceRequest dapat dilihat dalam Postman Collection.

8. Pengiriman Data Spesimen

Pengiriman data spesimen yang digunakan pada pemeriksaan laboratorium dapat dikirimkan menggunakan resource Specimen. Data spesimen yang dapat dikirimkan antara lain jenis spesimen, waktu pengambilan spesimen, metode pengambilan spesimen, pasien terkait, kunjungan terkait, waktu spesimen diterima, tenaga kesehatan yang melakukan pengambilan sampel, permintaan terkait.

Satu payload atau satu record dari resource Specimen hanya dapat digunakan untuk 1 kode jenis spesimen. Sehingga, apabila diambil 2 jenis spesimen, sebagai contoh spesimen darah dan urin, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode spesimen darah dan 1 payload berisi kode spesimen urin.

Berikut pemetaan nilai untuk Specimen yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks Pengiriman Data Spesimen:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Specimen (data permintaan spesimen), dapat dilihat dalam resource Specimen. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari ServiceRequest dapat dilihat dalam Postman Collection.

9. Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Hasil pemeriksaan penunjang dapat dikirimkan menggunakan resource Observation. Berikut adalah ketentuan pengisian data hasil pemeriksaan laboratorium melalui resource Observation:

  1. Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen Observation.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang dihasilkan. Referensi pemetaan pemeriksaan laboratorium dengan kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Hasil” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Laboratorium ketika mengirimkan data melalui resource Observation.

  2. Elemen Observation.category.coding diisi dengan kode laboratory.

  3. Pemilihan elemen Observation.value[x] disesuaikan dengan Tipe hasil pemeriksaan laboratorium.

    1. Observation.valueCodeableConcept untuk tipe hasil Nominal

    2. Observation.valueCodeableConcept untuk tipe hasil Ordinal

    3. Observation.valueQuantity untuk tipe hasil Kuantitatif/Quantitative

    4. Observation.valueString untuk tipe hasil Naratif/Narrative

  4. Elemen Observation.referenceRange direkomendasikan untuk selalu diisikan guna mempermudah interpretasi hasil laboratorium oleh tenaga kesehatan lainnya. Nilai normal yang dicantumkan disesuaikan dengan nilai normal yang ada dimasing-masing laboratorium berdasarkan alat maupun reagen yang tersedia.

Satu payload atau satu record dari resource Observation hanya dapat digunakan untuk 1 kode hasil parameter laboratorium. Sehingga, apabila terdapat 2 hasil laboratorium, sebagai contoh hasil pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode pemeriksaan hemoglobin dan 1 payload berisi kode pemeriksaan hematokrit.

Berikut pemetaan nilai untuk Observation yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Observation (data hasil pemeriksaan laboratorium), dapat dilihat dalam resource Observation. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Observation dapat dilihat dalam Postman Collection.

Berikut adalah daftar contoh variasi pengiriman data hasil pemeriksaan yang dapat dilihat pada Postman Collection:

  1. Panel nominal (Golongan darah)

  2. Panel ordinal (Apusan bakteri tahan asam)

  3. Panel kuantitatif (Kolesterol total)

  4. Panel naratif (Pap smear)

10. Pengiriman Data Laporan Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Laporan hasil pemeriksaan akan dikirimkan melalui resource DiagnosticReport. Berikut adalah ketentuan pengisian laporan pemeriksaan penunjang laboratorium melalui resource DiagnosticReport:

  1. Data di resource DiagnosticReport akan mereferensi ke hasil pemeriksaan laboratorium terkait pada resource Observation melalui DiagnosticReport.result, spesimen terkait pada resource Specimen melalui DiagnosticReport.specimen, dan permintaan pemeriksaan penunjang terkait pada resource ServiceRequest melalui DiagnosticReport.basedOn.

  2. Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen DiagnosticReport.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang dilaporkan. Referensi pemetaan parameter laboratorium ke kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Permintaan” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Laboratorium melalui resource DiagnosticReport.

  3. Kode yang dicantumkan dalam DiagnosticReport.code akan sama dengan kode yang dicantumkan pada ServiceRequest.code terkait.

Satu payload atau satu record dari resource DiagnosticReport hanya dapat digunakan untuk 1 kode/laporan parameter laboratorium. Sehingga, apabila dilakukan permintaan 2 parameter laboratorium, sebagai contoh panel elektrolit dan hemoglobin, maka perlu mengirimkan 2 payload laporan melalui resource DiagnosticReport di mana 1 payload berisi 1 kode panel elektrolit dan 1 payload berisi kode parameter hemoglobin.

Berikut pemetaan nilai untuk DiagnosticReport yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data laporan pemeriksaan penunjang laboratorium:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource DiagnosticReport (data laporan pemeriksaan laboratorium), dapat dilihat dalam resource DiagnosticReport. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari DiagnosticReport dapat dilihat dalam Postman Collection.

11. Pengantar DICOM

Digital Imaging and Communications in Medicine (DICOM) merupakan standar komunikasi dan manajemen informasi pencitraan medis dan data terkait. DICOM memfasilitasi interoperabilitas antar alat pencitraan dan sistem lainnya dengan mengatur spesifikasi sebagai berikut:

  1. Protokol yang harus diikuti perangkat untuk jaringan komunikasi

  2. Sintaks dan semantik untuk Commands dan informasi terkait yang dipertukarkan dalam protokol

  3. Layanan penyimpanan media, format file, dan struktur direktori untuk memfasilitasi akses ke gambar dan informasi terkait yang disimpan dalam media yang dipertukarkan

  4. Informasi yang harus diberikan dalam implementasi yang sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan

Hierarki Pencitraan DICOM

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada Link berikut. image::hierarki-pencitraan.png[DICOM,1000,600,align=center]

Hierarki pencitraan pada DICOM terdiri dari 4 level yaitu:

  1. Patient

  2. Study

  3. Series

  4. Instance

12. Alur Pengiriman Data Pemeriksaan Radiologi ke SATUSEHAT

Alur Interoperabilitas pengiriman hasil pencitraan dalam bentuk DICOM dapat dilihat dalam gambar 5.

Pemeriksaan Radiologi
Gambar 8. Alur Pengiriman Data Pemeriksaan Radiologi ke SATUSEHAT

Alur pengiriman data terkait pemeriksaan radiologi dapat dilihat dalam Gambar 5. Alur ini ditentukan oleh di mana Accession Number dari pemeriksaan radiologi dihasilkan. Accession Number adalah nomor untuk mengidentifikasi urutan permintaan/order dari study. Berikut 2 alur pengiriman data radiologi ke SATUSEHAT:

  1. Accession Number dikeluarkan oleh SIMRS/SIMPUS atau dikeluarkan oleh Radiology Information System (RIS) namun SIMRS/SIMPUS terhubung dengan RIS. Alur atau proses pengiriman data untuk skema ini adalah:

    1. Permintaan atau order pemeriksaan radiologi dilakukan oleh SIMRS/SIMPUS.

    2. a. SIMRS/SIMPUS mengeluarkan accession number ATAU

      1. RIS mengeluarkan accession number dan SIMRS mendapatkan accession number yang dikeluarkan RIS

    3. Pembuatan work list untuk modalitas. Work list merupakan daftar permintaan yang perlu dilakukan oleh masing-masing modalitas atau alat radiologi.

    4. Pelaksanaan atau pengambilan pencitraan radiologi oleh masing-masing modalitas

    5. Hasil dalam format DICOM akan disimpan dalam Picture Archiving and Communications System (PACS).

    6. File DICOM yang telah tersimpan akan dikirimkan oleh DICOM Router ke SATUSEHAT atau secara spesifik ke National Imaging Data Repository (NIDR). DICOM Router juga akan mengirimkan informasi file DICOM tersebut ke SATUSEHAT dengan format FHIR.

    7. Bacaan hasil radiologi atau expertise dan kesan bacaan radiologi yang dilakukan oleh dokter spesialis radiologi akan dikirimkan ke SATUSEHAT. Berdasarkan Gambar 5A, maka seluruh pengiriman data ke SATUSEHAT melalui resource ServiceRequest, Observation, dan DiagnosticReport akan dilakukan oleh SIMPUS/SIMRS.

  2. Accession Number dikeluarkan oleh Radiology Information System (RIS) namun SIMRS/SIMPUS tidak terhubung dengan RIS. Alur atau proses pengiriman data untuk skema ini adalah:

    1. Permintaan atau order pemeriksaan radiologi dilakukan oleh SIMRS/SIMPUS.

    2. RIS mengeluarkan accession number.

    3. Pembuatan work list untuk modalitas. Work list merupakan daftar permintaan yang perlu dilakukan oleh masing-masing modalitas atau alat radiologi.

    4. Pelaksanaan atau pengambilan pencitraan radiologi oleh masing-masing modalitas.

    5. Hasil dalam format DICOM akan disimpan dalam Picture Archiving and Communications System (PACS).

    6. File DICOM yang telah tersimpan akan dikirimkan oleh DICOM Router ke SATUSEHAT atau secara spesifik ke National Imaging Data Repository (NIDR). DICOM Router juga akan mengirimkan informasi file DICOM tersebut ke SATUSEHAT dengan format FHIR.

    7. Bacaan hasil radiologi atau expertise dan kesan bacaan radiologi yang dilakukan oleh dokter spesialis radiologi akan dikirimkan ke SATUSEHAT.

Berdasarkan Gambar 5B, maka seluruh pengiriman data ke SATUSEHAT melalui resource ServiceRequest, Observation, dan DiagnosticReport akan dilakukan oleh RIS.

Sebelum melakukan pengiriman data DICOM ke SATUSEHAT, Fasyankes perlu melakukan instalasi DICOM router.

13. Pengiriman Data Permintaan Pemeriksaan Penunjang Radiologi

Sebelum melakukan pemeriksaan penunjang seperti radiologi, diperlukan langkah permintaan pemeriksaan penunjang. Pengiriman data terkait permintaan pemeriksaan penunjang dapat dilakukan menggunakan resource ServiceRequest. Data permintaan pemeriksaan penunjang radiologi yang dapat dikirimkan antara lain nama pemeriksaan, pasien terkait, kunjungan terkait, tanggal permintaan akan dilakukan, tanggal permintaan dibuat, dan tenaga kesehatan yang melakukan permintaan.

Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen ServiceRequest.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang diminta. Referensi pemetaan pemeriksaan radiologi dengan kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Permintaan” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Radiologi ketika mengirimkan data melalui resource ServiceRequest.

Satu payload atau satu record dari resource ServiceRequest hanya dapat digunakan untuk 1 kode/permintaan parameter radiologi. Sehingga, apabila dilakukan permintaan 2 parameter radiologi, sebagai contoh X-ray thorax atau rontgen dada dan X-ray abdomen atau rontgen perut, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode X-ray thorax dan 1 payload berisi kode X-ray abdomen.

Ketentuan spesifik pengisian data permintaan pemeriksaan radiologi melalui ServiceRequest yaitu elemen ServiceRequest.identifier wajib diisi dengan Accession number. Accession number merupakan nomor yang dihasilkan oleh Radiology Information System (RIS) untuk mengidentifikasi urutan permintaan/order dari study. Nomor ini selalu unik untuk setiap permintaan yang di Fasyankes tersebut.

Berikut pemetaan nilai untuk ServiceRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pemeriksaan penunjang:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ServiceRequest (data permintaan pemeriksaan penunjang radiologi), dapat dilihat dalam resource ServiceRequest. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari ServiceRequest dapat dilihat dalam Postman Collection.

14. Pengiriman Data Citra DICOM oleh DICOM router menuju National Imaging Data Repository (NIDR)

Pengiriman informasi hasil radiologi dalam format DICOM akan dikirimkan oleh DICOM router. Setelah mendapatkan file DICOM dari PACS, DICOM router akan mengirimkan file tersebut ke National Imaging Data Repository (NIDR). NIDR akan mengembalikan Web Access to DICOM Objects (Wado) URL yang nantinya dapat digunakan untuk melihat hasil pencitraan yang telah tersimpan di NIDR. DICOM router kemudian akan melakukan POST informasi terkait DICOM melalui resource ImagingStudy ke SATUSEHAT. SATUSEHAT akan merespon dengan mengembalikan ImagingStudy.id ke DICOM Router. ImagingStudy.id ini perlu disimpan dan nantinya akan direferensikan ketika melakukan pengiriman data bacaan atau ekspertise dari hasil pemeriksaan radiologi.

Berikut pemetaan nilai untuk ImagingStudy yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data informasi DICOM:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ImagingStudy (dan contoh payload dari data citra DICOM), dapat dilihat dalam resource ImagingStudy. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari ImagingStudy dapat dilihat dalam Postman Collection.

15. Pengiriman Data Bacaan Hasil Pemeriksaan Penunjang Radiologi

Bacaan hasil pemeriksaan penunjang radiologi dikirimkan menggunakan resource Observation. Berikut adalah ketentuan pengisian data hasil pemeriksaan radiologi melalui resource Observation.

  1. Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen Observation.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang dihasilkan. Referensi pemetaan pemeriksaan laboratorium dengan kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Hasil” atau “Permintaan & Hasil” pada terminologi radiologi ketika mengirimkan data melalui resource Observation.

  2. Elemen Observation.category.coding diisi dengan kode imaging.

  3. Pemilihan elemen Observation.value[x] disesuaikan dengan Tipe hasil pemeriksaan radiologi.

    1. Observation.valueCodeableConcept untuk tipe hasil Nominal

    2. Observation.valueCodeableConcept untuk tipe hasil Ordinal

    3. Observation.valueQuantity untuk tipe hasil Kuantitatif/Quantitative

    4. Observation.valueString untuk tipe hasil Naratif/Narrative

Satu payload atau satu record dari resource Observation hanya dapat digunakan untuk 1 kode hasil parameter radiologi. Sehingga, apabila terdapat 2 hasil radiologi, sebagai contoh X-ray thorax atau rontgen dada dan X-ray abdomen atau rontgen perut, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode X-ray thorax dan 1 payload berisi kode X-ray abdomen.

Berikut pemetaan nilai untuk Observation yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Observation (data hasil pemeriksaan laboratorium), dapat dilihat dalam resource Observation. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Observation dapat dilihat dalam Postman Collection.

16. Pengiriman Data Kesimpulan atau Kesan Hasil Pemeriksaan Penunjang Radiologi

Laporan hasil pemeriksaan atau expertise penunjang radiologi dapat dikirimkan akan dikirimkan melalui resource DiagnosticReport. Berikut adalah ketentuan pengisian laporan pemeriksaan penunjang radiologi melalui resource DiagnosticReport.

  1. Data di resource DiagnosticReport akan mereferensi ke hasil pemeriksaan radiologi terkait pada resource Observation melalui DiagnosticReport.result, permintaan pemeriksaan penunjang terkait pada resource ServiceRequest melalui DiagnosticReport.basedOn, serta informasi DICOM pada resource ImagingStudy melalui DiagnosticReport.imagingStudy.

  2. Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen DiagnosticReport.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang dilaporkan. Referensi pemetaan parameter radiologi ke kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Permintaan” atau “Permintaan & Hasil” pada file untuk Radiologi melalui resource DiagnosticReport.

  3. Kode yang dicantumkan dalam DiagnosticReport.code akan sama dengan kode yang dicantumkan pada ServiceRequest.code terkait.

Satu payload atau satu record dari resource DiagnosticReport hanya dapat digunakan untuk 1 kode/laporan parameter radiologi. Sehingga, apabila dilakukan permintaan 2 parameter radiologi, sebagai contoh X-ray thorax atau rontgen dada dan X-ray abdomen atau rontgen perut, maka perlu mengirimkan 2 payload laporan melalui resource DiagnosticReport di mana 1 payload berisi 1 kode X-ray thorax dan 1 payload berisi kode X-ray abdomen.

Berikut pemetaan nilai untuk DiagnosticReport yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data laporan hasil pemeriksaan:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource DiagnosticReport (data laporan pemeriksaan laboratorium), dapat dilihat dalam resource DiagnosticReport. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari DiagnosticReport dapat dilihat dalam Postman Collection.

17. Pengiriman Data Tindakan/Prosedur Medis

Pengiriman data tindakan/prosedur medis yang dilakukan terhadap seorang pasien baik tindakan diagnostik maupun tindakan terapetik dapat dikirimkan melalui resource Procedure. Tindakan yang dilaporkan dapat berupa tindakan non-invasif (konsultasi, edukasi) maupun invasif (contoh operasi). Standar kode tindakan/prosedur medis yang dikirimkan ke SATUSEHAT menggunakan kode ICD-9 CM.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Procedure yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data tindakan/prosedur medis:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Procedure (data tindakan/prosedur medis), dapat dilihat dalam resource Procedure. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Procedure dapat dilihat dalam Postman Collection.

18. Pengiriman Data Diagnosis

Data diagnosis pasien dapat dikirimkan menggunakan resource Condition. Informasi diagnosis yang dimiliki pasien dilaporkan menggunakan kode ICD-10. Satu payload Condition hanya dapat digunakan untuk melaporkan 1 kode ICD-10. Sehingga apabila pasien memiliki 2 diagnosis, maka dikirimkan 2 payload Condition dengan 2 kode ICD-10 yang berbeda.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Condition yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data diagnosis pasien:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Condition (data diagnosis), dapat dilihat dalam resource Condition. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Condition dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data diagnosis melalui resource Condition dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 6. Terminologi Spesifik
Pemetaan Variabel Resource Condition

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Diagnosis

Condition.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Condition.category.coding.code

encounter-diagnosis

Condition.category.coding.display

Encounter Diagnosis

Condition.code.coding.system

http://hl7.org/fhir/sid/icd-10

Condition.code.coding.code

ICD-10 code

Condition.code.coding.display

ICD-10 Code Description

19. Pengiriman Data Peresepan Obat

Data terkait Farmasi meliputi pengiriman data peresepan obat, dan pengeluaran obat. Data terkait Farmasi dikirimkan menggunakan resource Medication, MedicationRequest, dan Medication Dispense.

Skema Proses Peresepan dan Pengeluaran Obat Data proses peresepan dan pengeluaran obat pada fasilitas pelayanan kesehatan akan menggunakan kamus farmasi dan alat kesehatan (KFA) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. KFA merupakan kamus master data produk farmasi dan alat kesehatan yang memuat kode unik untuk setiap produk farmasi dan alat kesehatan sehingga dapat digunakan dan diintegrasikan pada semua sistem yang digunakan pelaku industri kesehatan. Berikut merupakan Struktur Model KFA.

Struktur Model KFA
Gambar 9. Struktur Model KFA

Struktur Model KFA untuk Obat memiliki Format Kode Obat SATUSEHAT, yaitu berisi Numerik 8 digit dengan 2 digit prefiks dan 6 digit nomor urut.

  1. BZA adalah Bahan Zat Aktif dengan kode 91xxxxxx. Kode obat awalan 91 memuat tentang nama bahan zat aktif, UCUM, dan jenis farmalkes. Contoh kode 91000101 untuk mewakili nama bahan zat aktif Paracetamol.

  2. POV adalah Produk Obat Virtual dengan kode 92xxxxxx. Kode obat awalan 92 memuat informasi tentang penamaan produk template dengan format penamaan bahan zat aktif, kekuatan, satuan, dan bentuk sediaan. Kode awalan 92 berfungsi untuk mencari informasi mengenai bentuk sediaan, golongan obat, rute pemberian, info ATC, ATC/DDD, Info Dagang, Bahan Zat aktif dan kekuatan, dan dosis pemakaian. Contoh kode 92000511 mewakili produk Paracetamol 120 mg/5 mL Sirup.

  3. POA adalah Produk Obat Aktual dengan kode 93xxxxxx. Kode obat awalan 93 merupakan turunan dari produk template yang lebih detail dengan menambahkan atribut brand, volume, rasa, dan varian lainnya. Contoh kode 93002205 mewakili produk Paracetamol 120 mg/5 mL Sirup (ERPHAMOL).

  4. POAK adalah Produk Obat Aktual dalam Kemasan dengan kode 94xxxxxx. Kode obat awalan 94 menjelaskan produk aktual berdasarkan kemasan dari masing-masing obat atau vaksin. Contoh kode 94002470 mewakili kemasan dus isi 1 pada obat Paracetamol 120 mg/5 mL Sirup (ERPHAMOL).

Berikut merupakan alur detail penukaran resep dokter di apotek/instalasi farmasi:

Alur Detail Penukaran Resep Dokter di Apotek/Instalasi Farmasi
Gambar 10. Alur Detail Penukaran Resep Dokter di Apotek/Instalasi Farmasi

Pengiriman Data Peresepan Obat Pengiriman data peresepan obat akan menggunakan 2 resources yaitu Medication dan MedicationRequest. resource Medication akan mencatatkan data umum terkait obat yang akan diresepkan. Sedangkan resource MedicationRequest akan digunakan untuk mengirimkan data terkait peresepan obat seperti jumlah yang diresepkan, instruksi minum obat dan lain-lain. Kedua data ini dikirimkan secara bersamaan sebagai 1 paket yaitu Medication dan MedicationRequest. Satu payload Medication dan MedicationRequest hanya dapat digunakan untuk peresepan 1 jenis obat saja. Apabila terdapat 2 jenis obat yang diresepkan, maka dikirimkan 2 paket Medication dan MedicationRequest.

Skema Peresepan 1 Obat
Gambar 11. Skema Peresepan 1 Obat
Skema Peresepan 2 Obat
Gambar 12. Skema Peresepan 2 Obat

Pemetaan Nilai Medication

Berikut pemetaan nilai untuk Medication yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data kode lokal obat di masing-masing institusi:

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.
Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Medication (data peresepan obat), dapat dilihat dalam resource Medication. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Medication dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Nilai MedicationRequest

Berikut pemetaan nilai untuk MedicationRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data pengobatan yang diberikan:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource MedicationRequest (data peresepan obat), dapat dilihat dalam resource MedicationRequest. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari MedicationRequest dapat dilihat dalam Postman Collection.

Ketentuan Pengisian

Ketentuan pengisian secara spesifik untuk pengisian resource Medication adalah sebagai berikut:

  1. Medication.code
    Medication.code dapat diisi dengan kode obat yang digunakan akan menggunakan kode obat yang tersedia pada KFA (kamus farmasi dan alat kesehatan). Terdapat 2 tipe kode KFA yaitu:

    1. Kode Produk Obat Template (92xxxxxx)

    2. Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx) → kode untuk obat brand Pengisian kode KFA tergantung jenis obat yang diresepkan atau dikeluarkan apakah dalam bentuk produk obat template atau produk obat aktual. Daftar kode obat KFA dapat dilihat dalam browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser. Medication.code wajib diisi apabila mengirimkan data obat non-racikan dengan ketentuan penggunaan kode sebagai berikut:

    3. Medication.code untuk MedicationRequest dapat menggunakan Kode Produk Obat Template (92xxxxxx) atau Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx), tergantung kesiapan sistem masing-masing Fasyankes. Karena tidak semua sistem Fasyankes memiliki dua struktur level untuk proses MedicationRequest, untuk MedicationRequest yang menggunakan kode awalan 93 dapat menggunakan kode 93 (Umum) atau kode 93 (Merek) sebagai pengganti kode 92. Hal ini dikarenakan setiap kode 92 memiliki padanan kode 93 (Umum).

    4. Medication.code untuk MedicationDispense wajib menggunakan Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx). Apabila tidak memiliki merek maka Fasyankes dapat menggunakan kode 93 (Umum). Jika peresepan obat menggunakan kode awalan 92 maka kode 93 untuk penebusan obat sebaiknya merupakan turunan kode 92 dari obat yang diresepkan. Akan tetapi, jika farmasi tidak memiliki stok obat kode 93 dengan dosis yang sesuai, tetapi ada obat dengan zat aktif sama namun beda kekuatan maka dapat digunakan sesuai kebutuhan. Misalnya, peresepan menggunakan kode 92 Paracetamol 500mg, tetapi saat penebusan obat hanya tersedia kode 93 Paracetamol 250mg maka farmasi dapat mengeluarkan obat kode 93 Paracetamol 250mg dengan tata cara minum 2 tablet. Adapun jika memang benar-benar tidak ada maka pihak farmasi perlu memberikan copy resep agar penebusan obat dilakukan di apotek di luar Fasyankes untuk mendapatkan obat yang sesuai. Adapun untuk pengiriman data obat racikan, Medication.code dapat dikosongkan.

  2. Medication.ingredient
    Terdapat 3 cara pengisian Medication.ingredient yaitu:

    1. Peresepan/pengeluaran obat non-racikan.

      • Medication.ingredient tidak wajib diisi apabila data yang dikirimkan adalah obat non-racikan.

      • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept apabila akan diisi untuk digunakan pada MedicationRequest dan MedicationDispense maka diisikan kode zat aktif dari KFA (91xxxxxx). Daftar kode zat aktif dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

      • Pada proses peresepan dan pengeluaran obat, Medication.ingredient.strength.numerator dan Medication.ingredient.strength.denominator berisi unit dosis yang harus dipecah menjadi angka & satuan baik digunakan ketika pada MedicationRequest maupun pada MedicationDispense.

      • Contoh pengisian dapat dilihat pada tabel berikut:

.

Medication.ingredient pada Obat Non Racikan (MedicationRequest dan MedicationDispense)

Azithromycin 500 mg Tablet Salut Selaput (ZITHRAX)

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

91000235

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Azithromycin

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

500

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

mg

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

1

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

TAB

  1. Peresepan/pengeluaran obat racikan dengan instruksi berikan dalam dosis demikian/ d.t.d.

    • Medication.ingredient wajib diisi apabila data yang dikirimkan adalah obat racikan.

    • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept yang digunakan untuk MedicationRequest diisikan kode zat aktif dari KFA (91xxxxxx). Daftar kode zat aktif dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

    • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept yang digunakan untuk MedicationDispense diisikan Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx). Daftar kode obat aktual dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

    • Pada proses peresepan obat, Medication.ingredient.strength.numerator berisi unit dosis yang diresepkan dokter (Contoh: 125/mg), sedangkan Medication.ingredient.strength.denominator berisi banyaknya obat yang mengandung unit dosis pada numerator (Contoh: 1/kap). Adapun pada proses pengeluaran obat, Medication.ingredient.strength.numerator berisi banyaknya obat yang dikeluarkan dan perlu dipecah (Contoh: 5/tab), sedangkan Medication.ingredient.strength.denominator berisi banyaknya obat setelah dihasilkan sesuai resep dokter (Contoh: 20/cap).

    • Contoh pengisian dapat dilihat pada tabel berikut:

.

Medication.ingredient pada Obat Racikan d.t.d (MedicationRequest)

Dokter meresepkan obat dengan kandungan Paracetamol 125 mg/ kapsul dengan jumlah 20 kapsul

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

91000101

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Paracetamol

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

125

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

mg

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

1

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

CAP

.

Medication.ingredient pada Obat Racikan d.t.d (MedicationDispense)

Dokter meresepkan obat dengan kandungan Paracetamol 125 mg/ kapsul dengan jumlah 20 kapsul. Peresepan ini menggunakan Parasetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP) dengan jumlah 5 tablet yang dibagi menjadi 20 kapsul.

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

93002225

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Paracetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP)

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

5

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

TAB

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

20

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

CAP

  1. Peresepan/pengeluaran obat racikan non-d.t.d (bagi dalam bagian-bagian yang sama).

    • Medication.ingredient wajib diisi apabila data yang dikirimkan adalah obat racikan.

    • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept yang digunakan untuk MedicationRequest dapat diisikan Kode Produk Obat Virtual (92xxxxxx) atau Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx), sedangkan untuk MedicationDispense diisikan Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx). Daftar kode obat aktual dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

    • Numerator dan Denominator pada proses peresepan dan pengeluaran obat racikan non-d.t.d sama, yaitu Medication.ingredient.strength.numerator berisi unit dosis yang harus dipecah menjadi angka dan satuan (Contoh: 10/tab), sedangkan Medication.ingredient.strength.denominator berisi banyaknya obat yang perlu dibuat sesuai yang diresepkan dokter (Contoh: 30/cap).

    • Contoh pengisian dapat dilihat pada tabel berikut.

.

Medication.ingredient pada Obat Racikan non d.t.d (MedicationRequest dan MedicationDispense)

Dokter meresepkan Paracetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP) sejumlah 10 tab dibuat menjadi 30 kapsul

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

93002225

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Paracetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP)

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

10

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

TAB

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

30

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

CAP

Matriks skenario peresepan dan pengeluaran obat dapat dilihat pada Lampiran 3.

Ketentuan pengisian secara spesifik untuk pengisian resource MedicationRequest adalah sebagai berikut:

  1. MedicationRequest.recorder
    MedicationRequest.recorder menjelaskan siapa yang mencatatkan resep ke dalam sistem. Ketentuan pengisian elemen ini yaitu:

    • Bila diisi oleh dokter yang meresepkan, maka akan merefer ke Practitioner ID dari dokter tersebut

    • Bila diisi oleh apoteker yang mendapatkan resep dari fasilitas pelayanan kesehatan lain, maka akan merefer ke Practitioner ID dari apoteker tersebut

  2. MedicationRequest.dosageInstruction[i].sequence
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].sequence menjelaskan urutan aturan pemakaian dari obat.

    • Apabila dalam peresepan aturan pakai akan selalu sama dari awal sampai akhir, maka cukup menuliskan 1 paket aturan pakai dengan nilai sequence=1.

    • Apabila terdapat perubahan aturan pakai dalam peresepan, contoh tapering-down, maka perlu dituliskan 2 paket aturan pakai dengan paket pertama nilai sequence=1, sedangkan paket aturan pakai kedua dengan nilai sequence=2

  3. MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat berisi aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Cara Pengisian dapat dilihat dalam Gambar 4.

Tabel 7. Tatacara pengisian MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxDayofWeekTimeOfDaywhenoffsetbounds[x]count

Every 8 hours

1

8

h

Every 7 days

1

7

d

3 times a day

3

1

d

3-4 times a day

3

4

1

d

Every 4-6 hours

1

4

h

6

Every 21 days for 1 hours

1

hr

1

21

d

Three times a week for 1/2 hour

0.5

hr

3

1

wk

With breakfast

CM

For 5 minutes, 10 minutes before meals

5

min

AC

10

1 tablet 3 times daily, 30 minutes before meals

3

1

d

AC

30

BID, 30 mins before meal, for next 10 days

2

1

d

AC

30

Duration = 10 days

TID, for 14 days

3

1

d

Duration = 14 days

BID, start on 7/1/2015 at 1:00 PM

2

1

d

Period.start = 2015-07-01T13:00:00

Mon, Wed, Fri, Morning

1

1

d

mon l wed l fri

MORN

Every day at 10am

1

1

d

10:00

Take once, at any time

1

Take every second day, in the morning, until 20 have been taken

1

2

d

MORN

20

  1. MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code berisi kode untuk aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Apabila mengirimkan data menggunakan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code, elemen MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat harus tetap diisi yang ekuivalen. Hubungan antara MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat dapat dilihat dalam Gambar 5.

Tabel 8. Hubungan antara MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxwhenbounds[x]

QOD

1

2

d

QD

1

1

d

BID

2

1

d

TID

3

1

d

QID

4

1

d

Q4H

1

4

h

Q6H

1

6

h

AM

1

1

d

MORN

PM

1

1

d

AFT or EVE

Berikut adalah daftar contoh variasi pengiriman data peresepan obat dapat dilihat pada Postman Collection:

  1. Obat racikan salep d.t.d

  2. Obat luar sekali pakai, dipakai malam hari

  3. Obat racikan dengan peresepan d.t.d

  4. Obat racikan non-d.t.d dimasukkan dalam kapsul

  5. Obat racikan d.t.d dalam bentuk pulveres

  6. Obat insulin short acting disuntik sebelum makan

  7. Obat steroid dengan dosis tapering down

  8. Obat single dose

  9. Obat tetes mata

  10. Obat tablet vagina

  11. Obat suppositoria

  12. Obat sirup diminum bila demam

20. Pengiriman Data Pengeluaran Obat

Pengiriman data pengeluaran/dispense obat akan menggunakan 2 resources yaitu Medication dan MedicationDispense. resource Medication akan mencatatkan data umum terkait obat yang akan di dispense. Sedangkan resource MedicationDispense akan digunakan untuk mengirimkan data terkait proses dispense obat, seperti jumlah yang di dispense, instruksi minum obat dan lain-lain. Kedua data ini dikirimkan secara bersamaan sebagai 1 paket yaitu Medication dan MedicationDispense. Satu payload Medication dan MedicationDispense hanya digunakan untuk dispense/pengeluaran 1 jenis obat saja. Apabila terdapat 2 jenis obat yang dikeluarkan, maka dikirimkan 2 paket Medication dan MedicationDispense.

Skema Pengeluaran 1 Obat
Gambar 13. Skema Pengeluaran 1 Obat
Skema Pengeluaran 2 Obat
Gambar 14. Skema Pengeluaran 2 Obat

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk MedicationDispense yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data laporan hasil pemeriksaan:

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.
Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Ketentuan Pengisian

Ketentuan pengisian secara spesifik untuk pengisian resource MedicationDispense adalah sebagai berikut:

  1. MedicationDispense.dosageInstruction[i].sequence
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].sequence menjelaskan urutan aturan pemakaian dari obat.

    • Apabila dalam peresepan aturan pakai akan selalu sama dari awal sampai akhir, maka cukup menuliskan 1 paket aturan pakai dengan nilai sequence=1.

    • Apabila terdapat perubahan aturan pakai dalam peresepan, contoh tapering-down, maka perlu dituliskan 2 paket aturan pakai dengan paket pertama nilai sequence=1, sedangkan paket aturan pakai kedua dengan nilai sequence=2

  2. MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat
    MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat berisi aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Cara Pengisian dapat dilihat dalam Gambar 6.

    Tabel 9. Tatacara pengisian MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat
    descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxDayofWeekTimeOfDaywhenoffsetbounds[x]count

    Every 8 hours

    1

    8

    h

    Every 7 days

    1

    7

    d

    3 times a day

    3

    1

    d

    3-4 times a day

    3

    4

    1

    d

    Every 4-6 hours

    1

    4

    h

    6

    Every 21 days for 1 hours

    1

    hr

    1

    21

    d

    Three times a week for 1/2 hour

    0.5

    hr

    3

    1

    wk

    With breakfast

    CM

    For 5 minutes, 10 minutes before meals

    5

    min

    AC

    10

    1 tablet 3 times daily, 30 minutes before meals

    3

    1

    d

    AC

    30

    BID, 30 mins before meal, for next 10 days

    2

    1

    d

    AC

    30

    Duration = 10 days

    TID, for 14 days

    3

    1

    d

    Duration = 14 days

    BID, start on 7/1/2015 at 1:00 PM

    2

    1

    d

    Period.start = 2015-07-01T13:00:00

    Mon, Wed, Fri, Morning

    1

    1

    d

    mon l wed l fri

    MORN

    Every day at 10am

    1

    1

    d

    10:00

    Take once, at any time

    1

    Take every second day, in the morning, until 20 have been taken

    1

    2

    d

    MORN

    20

  3. MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code berisi kode untuk aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Apabila mengirimkan data menggunakan MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code, elemen MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat harus tetap diisi yang ekuivalen. Hubungan antara MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat dapat dilihat dalam Gambar 7.

Tabel 10. Hubungan antara MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxwhenbounds[x]

QOD

1

2

d

QD

1

1

d

BID

2

1

d

TID

3

1

d

QID

4

1

d

Q4H

1

4

h

Q6H

1

6

h

AM

1

1

d

MORN

PM

1

1

d

AFT or EVE

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Medication dan MedicationDispense (data peresepan obat dan pengeluaran obat), dapat dilihat dalam resource Medication dan resource MedicationDispense. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Medication dan MedicationDispense dapat dilihat dalam Postman Collection.

21. Pengiriman Data Diet

Jika dokter memberikan rekomendasi diet untuk pasien atau rekomendasi untuk dietisien, informasi ini dapat dikirimkan melalui resource Composition. Pengiriman rekomendasi diet dapat dikirimkan dengan tipe data String.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Composition yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data diet pasien:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Composition (data diet), dapat dilihat dalam resource Composition. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Composition dapat dilihat dalam Postman Collection_.

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data diet melalui resource Composition dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 11. Terminologi Spesifik
Resource Composition

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Nama Variabel: Diet

*Composition.type[i].coding.system

http://loinc.org/

*Composition.type[i].coding.code

18842-5

*Composition.type[i].coding.display

Discharge summary

Composition.section[i].code.coding.system

http://loinc.org

Composition.section[i].code.coding.code

42344-2

Composition.section[i].code.coding.display

Discharge diet (narrative)

22. Pengiriman Data Edukasi

Variabel edukasi menunjukkan edukasi dan instruksi kerja untuk membantu individu dan keluarga dalam meningkatkan kemampuan untuk mencapai kesehatan secara optimal dan bersedia berpartisipasi dalam proses penyembuhan pada saat pulang. Data terkait edukasi yang diberikan kepada pasien dikirimkan menggunakan resource Procedure.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Procedure yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data laporan hasil pemeriksaan:

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.
Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Procedure (data edukasi), dapat dilihat dalam resource Procedure. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Procedure dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam data edukasi melalui resource Procedure dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 12. Terminologi spesifik yang digunakan dalam data edukasi melalui resource Procedure
Resource Procedure

Edukasi

Procedure.code.coding.system

Procedure.code.coding.code

Procedure.code.coding.display

Keterangan

http://snomed.info/sct

84635008

Disease process or condition education

1. Proses penyakit, diagnosis, dan rencana asuhan

http://snomed.info/sct

967006

Medication education

2. Obat-obatan

http://snomed.info/sct

410082002

Rehabilitation therapy education

3. Rehabilitasi medis

http://snomed.info/sct

712651001

Education about pain

4. Manajemen nyeri

http://snomed.info/sct

61310001

Nutrition education

5. Gizi

http://snomed.info/sct

698608004

Hand washing education

6. Cuci tangan

http://snomed.info/sct

362978005

Medical equipment or device education

7. Penggunaan alat medis

23. Pengiriman Data Prognosis

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk ClinicalImpression yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data keterangan prognosis pasien:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ClinicalImpression (data prognosis), dapat dilihat dalam resource ClinicalImpression. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari ClinicalImpression dapat dilihat dalam Postman Collection.

Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data prognosis melalui resource ClinicalImpression dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 13. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data prognosis melalui resource ClinicalImpression
Resource ClinicalImpression

Nama Variabel: Prognosis

*ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept[i].coding.system

*ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept[i].coding.code

*ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept[i].coding.display

Keterangan

http://snomed.info/sct

170968001

Prognosis good

1. Baik;

http://snomed.info/sct

65872000

Fair prognosis

2. Dubia et bonam / cenderung baik;

http://snomed.info/sct

67334001

Guarded prognosis

3. Dubia et malam / cenderung tidak baik;

http://snomed.info/sct

170969009

Prognosis bad

4. Tidak baik

24. Pengiriman Data Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Data kondisi saat meninggalkan rumah sakit menunjukkan keadaan pasien saat meninggalkan rumah sakit. Pengisian pilihan jawaban dari kondisi saat meninggalkan rumah sakit dan resource yang digunakan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 14. Pilihan jawaban dari kondisi saat meninggalkan rumah sakit dan resource yang digunakan
VariabelFormat/ValueResourceElemen Data / Path

Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

1. Stabil

Condition

Condition.code.coding

2. Tidak stabil

Condition

Condition.code.coding

3. Perbaikan

Condition

Condition.code.coding

4. Pulang paksa

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

5. Dirujuk

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

6. Meninggal<48 jam

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

7. Meninggal>48 jam

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

8. Lain-lain (free text)

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

Kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Stabil”, “Tidak stabil”, dan “Perbaikan” akan dikirimkan menggunakan resource Condition.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Condition yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.
Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Condition (data diagnosis), dapat dilihat dalam resource Condition. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Condition seperti contoh pengiriman data atau payload dari data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Stabil”, “Tidak stabil”, dan “Perbaikan” dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Stabil”, “Tidak stabil”, dan “Perbaikan” melalui resource Condition dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 15. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit melalui resource Condition
Resource Condition

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Nama Variabel: Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Condition.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Condition.category.coding.code

problem-list-item

Condition.category.coding.display

Problem List Item

Condition.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Condition.code.coding.code

359746009

162668006

268910001

Condition.code.coding.display

Patient’s condition stable

Patient’s condition unstable

Patient’s condition improved

Keterangan

Stabil

Tidak stabil

Perbaikan

Kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang paksa”, “Dirujuk”, “Meninggal <48 jam”, “Meninggal > 48 jam”, dan “lain-lain” akan dikirimkan menggunakan resource Encounter pada elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding. Sedangkan untuk pilihan jawaban lain-lain, keterangan tambahan dapat dikirimkan dengan tipe data String melalui elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.text.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter (data pendaftaran kunjungan pasien), dapat dilihat dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang paksa”, “Dirujuk”, “Meninggal <48 jam”, “Meninggal > 48 jam”, dan “lain-lain” dapat dilihat dalam Postman Collection.

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Dirujuk”, “Meninggal <48 jam”, “Meninggal > 48 jam” melalui resource Encounter dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 16. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit melalui resource Encounter
Resource Encounter

Nama Variabel: Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.system

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.code

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.display

Keterangan

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

aadvice

Left against advice

4. Pulang paksa

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

other-hcf

Other healthcare facility

5. Dirujuk

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/discharge-disposition

exp-lt48h

Meninggal <48 jam

6. Meninggal <48 jam;

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/discharge-disposition

exp-gt48h

Meninggal >48 jam

7. Meninggal >48 jam

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

oth

Other

8. Lain-
lain (free text)

25. Pengiriman Data Rencana Tindak Lanjut / Cara Keluar dari Rumah Sakit & Sarana Transportasi Untuk Rujuk

Data rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit menunjukkan rencana perawatan selanjutnya yang akan diterima oleh pasien setelah pulang. Pengisian pilihan jawaban dari rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dan resource yang digunakan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 17. Pilihan jawaban dari rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dan resource yang digunakan
VariabelFormat/ValueResourceElemen Data / Path

Rencana Tindak Lanjut / Cara Keluar dari Rumah Sakit

1. Pulang atas persetujuan dokter

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

2. Pulang atas permintaan sendiri

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

3. Dirujuk ke (free text)

ServiceRequest

ServiceRequest.code.coding

4. Rawat inap

ServiceRequest

ServiceRequest.code.coding

5. Lain-lain (free text)

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.text

Rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang atas persetujuan dokter” dan “Pulang atas permintaan sendiri” akan dikirimkan menggunakan resource Encounter pada elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding. Sedangkan untuk pilihan jawaban “Lain-lain”, keterangan tambahan dapat dikirimkan dengan tipe data String melalui elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.text.

Pemetaan Nilai

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Berikut pemetaan nilai untuk ServiceRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter (data pendaftaran kunjungan pasien), dapat dilihat dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari data rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang atas persetujuan dokter” dan “Pulang atas permintaan sendiri”, dan “lain-lain” dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Dirujuk”, “Meninggal <48 jam”, “Meninggal > 48 jam” melalui resource Encounter dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 18. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit melalui resource Encounter
Resource Encounter

Nama Variabel: Rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit

Encounter.hospitalization.
dischargeDisposition.
coding.system

Encounter.hospitalization.
dischargeDisposition.
coding.code

Encounter.hospitalization.
dischargeDisposition.
coding.display

Keterangan

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

home

Home

1. Pulang atas persetujuan dokter

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

aadvice

Left against advice

2. Pulang atas permintaan sendiri

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

oth

Other

5. Lain-lain (free text)

Rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Dirujuk ke” dan “Rawat Inap” dikirimkan menggunakan resource ServiceRequest pada elemen ServiceRequest.code.coding. Ketika memilih “Dirujuk ke”, maka variabel terkait “Sarana Transportasi Untuk Rujuk” wajib diisi melalui elemen ServiceRequest.locationCode.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ServiceRequest (rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit), dapat dilihat dalam resource ServiceRequest. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari data rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Dirujuk ke” dan “Rawat Inap” dapat dilihat dalam Postman Collection.

Terminologi spesifik yang digunakan dalam rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Dirujuk ke” dan “Rawat Inap” melalui resource ServiceRequest dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 19. Terminologi spesifik yang digunakan dalam rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit melalui resource ServiceRequest
Resource ServiceRequest

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Nama Variabel: Rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

3457005

737481003

ServiceRequest.code.coding.display

Patient referral

Inpatient care management

Keterangan ServiceRequest.code

3. Dirujuk ke

4. Rawat inap

ServiceRequest.locationCode.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-RoleCode

ServiceRequest.locationCode.code.coding.code

AMB

ServiceRequest.locationCode.code.coding.display

Ambulance

ServiceRequest.locationCode.text

Tipe data String

Keterangan ServiceRequest.locationCode

* Format pengisian untuk jawaban 1. Ambulans dapat melihat elemen ServiceRequest.locationCode.coding
* Format pengisian untuk 2. Lain-lain (free text) dapat melihat elemen ServiceRequest.locationCode.text

26. Pengiriman Data Instruksi untuk Tindak Lanjut

Variabel Instruksi untuk tindak lanjut dan resource yang digunakan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 20. Variabel instruksi untuk tindak lanjut dan resources yang digunakan
VariabelFormat/ValuePath FHIR

Instruksi untuk Tindak Lanjut

Kontrol ke

1. Poli

ServiceRequest.locationCode ServiceRequest.code

2. Fasyankes

3. Lain-lain (free text)

Tanggal

ServiceRequest.occurrenceDateTime

Dalam Keadaan Darurat dapat Menghubungi

ServiceRequest.patientInstruction

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk ServiceRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.
Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Pengiriman data instruksi tindak lanjut dikirimkan melalui resource ServiceRequest. Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ServiceRequest (rencana/intruksi tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit), dapat dilihat dalam resource ServiceRequest. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari ServiceRequest dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam instruksi tindak lanjut melalui resource ServiceRequest dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 21. Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik
Resource ServiceRequest

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Instruksi Tindak Lanjut

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

185389009

ServiceRequest.code.coding.display

Follow-up visit

ServiceRequest.locationCode.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-RoleCode

ServiceRequest.locationCode.code.coding.code

OF

HOSP

PC

ServiceRequest.locationCode.code.coding.display

Outpatient facility

Hospital

Primary care clinic

Keterangan ServiceRequest.locationCode

1. Poli

2. Fasyankes

2. Fasyankes

Untuk pilihan jawaban “3. Lain-lain (free-text)”, maka tuliskan keterangan melalui elemen ServiceRequest.locationCode.text

Rujukan Internal / Kontrol Ulang di Rumah Sakit yang Sama (Self Referral)

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

306098008

ServiceRequest.code.coding.display

Self-referral

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

11429006

ServiceRequest.code.coding.display

Consultation

Rujukan External menggunakan kode SNOMED-CT (Patient Referral)

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

3457005

ServiceRequest.code.coding.display

Patient referral

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

11429006

ServiceRequest.code.coding.display

Consultation

27. Pembaruan Data Kunjungan

Setelah pasien selesai melakukan kunjungan ke Fasyankes, maka perlu dilakukan pembaharuan data kunjungan dengan menambahkan informasi seperti diagnosis primer, diagnosa sekunder, periode kunjungan selesai, kondisi saat meninggalkan rumah sakit, dan rencana tindak lanjut, cara keluar dari rumah sakit, atau informasi lainnya yang belum tersedia di awal kunjungan dengan metode PUT. Pastikan dalam payload yang akan dilakukan pembaharuan, dimasukkan elemen Encounter.id yang berisi UUID balikan dari SATUSEHAT setelah pengiriman data kunjungan di awal.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter (pembaharuan data kunjungan), dapat dilihat dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Encounter dapat dilihat dalam Postman Collection.