ReST API

1. Autentikasi

Untuk melakukan transaksi data dari Master Patient Index (MPI), perlu dilakukan proses autentikasi terlebih dahulu agar mendapatkan akses yang tersedia. Autentikasi yang digunakan oleh MPI mengikuti standar protokol OAuth 2 dengan tipe pemberian akses (grant type) adalah client_credentials.

Autentikasi menggunakan grant type client_credentials adalah proses autentikasi yang dilakukan antara server to server, sehingga tidak ada proses registrasi atau log in di sini. Autentikasi dengan tipe tersebut hanya memerlukan data berupa client_id dan client_server, di mana nilai tersebut didapatkan ketika pihak yang ingin menggunakan atau mengakses MSI ini telah melakukan pengajuan, terdaftar, serta mendapatkan persetujuan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Cara Mendapatkan Nilai dari client_id dan client_secret

Silakan terlebih dahulu melakukan Pengajuan dan Verifikasi Akses pada website https://satusehat.kemkes.go.id/platform melalui web browser Anda. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada Panduan Registrasi

Berikut ini ketentuan Akses Kode API:

  1. Client Key (Secret Key) hanya dapat digunakan oleh 1 Organization ID.

  2. Terdapat validasi apabila Client Key (Secret Key) mengirimkan data Organization ID yang berbeda. Response error sebagai berikut:

    "text": "resource cannot be accessed due to business rule"
  3. Akses kode API bersifat RAHASIA di mana unik, personal, dan khusus disediakan hanya untuk Partner Interoperabilitas SATUSEHAT yang telah terverifikasi di SATUSEHAT platform.

  4. Partner Interoperabilitas SATUSEHAT, DILARANG menduplikasi, mempublikasi, dan/atau mendistribusikan dalam bentuk apapun, sebagian/keseluruhan informasi akses kode API kepada pihak yang tidak sah dan tidak berkepentingan.

Setiap teks yang berwarna biru muda, dapat diklik untuk melompat ke bagian yang direferensikan.

Pada bagian ini akan dijelaskan spesifikasi untuk ReST API SATUSEHAT, yang mempunyai tiga endpoint berdasarkan jenis lingkungan pengembangannya (development environment) yaitu:

Autentikasi

API Resources

Semua penerapan, penjelasan, dan contoh yang akan dibahas akan menggunakan environment sandbox.

Untuk melakukan beberapa request ke ReST API SATUSEHAT yang akan dijelaskan atau dicontohkan di bagian ini, WAJIB melakukan proses autentikasi terlebih dahulu.

Setiap request diperlukan sebuah nilai token bertipe Bearer yang akan dimasukkan pada header Authorization: Bearer <access_token>.

Nilai <access_token> didapatkan dari properti access_token dari hasil response yang secara detail dijelaskan di artikel terkait Akses Token.

2. Akses Token

Mendapatkan Token

Melakukan proses autentikasi untuk mendapatkan akses token yang akan dipakai pada setiap request ReST API SATUSEHAT selanjutnya.

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel atau parameter yang disebutkan, maka variabel atau parameter tersebut bersifat WAJIB , harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *variabel.

Request

URL

https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/oauth2/v1/accesstoken

HTTP Verb/Method

POST

Header

Nama ParameterTipe DataKeterangan

*Content-Type

string

Mime type dari payload data yang akan dikirimkan di dalam body dalam bentuk URL Encoded, WAJIB diisi dengan application/x-www-form-urlencoded

Query String

Nama ParameterTipe DataKeterangan

*grant_type

string

Tipe permintaan akses (grant) Oauth2, WAJIB diisi dengan client_credentials.

Body (application/x-www-form-urlencoded)

Nama ParameterTipe DataKeterangan

*client_id

string

Nilai client ID yang telah didapatkan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia setelah melakukan pengajuan via email, WAJIB diisi. Nilai ini bisa disamakan seperti username yang akan digunakan untuk akses aplikasi.

*client_secret

string

Nilai client secret yang telah didapatkan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia setelah melakukan pengajuan via email, WAJIB diisi. Nilai ini bisa disamakan seperti kata sandi (password) yang akan digunakan untuk akses aplikasi.

Contoh Data

Setiap nilai yang dicontohkan atau ditampilkan di dokumentasi ini adalah nilai yang tidak sebenarnya dan tidak dapat dipakai. Nilai-nilai tersebut hanya untuk keperluan contoh saja, tidak untuk dipakai.
client_id: <client-id>
client_secret: <client-secret>

Response

Hasil response, dengan HTTP Status Code berpola 2xx atau 4xx, yang dikembalikan dari server mempunyai parameter Content-Type dengan nilai application/json di salah satu parameter header-nya.

2xx Success

Dari hasil response ini, PERLU disimpan nilai akses token yang didapat dari properti access_token, di mana tipe token (lihat properti token_type) tersebut adalah BearerToken. Nilai akses token tersebut WAJIB selalu digunakan sebagai nilai dari header Authorization: Bearer <access_token> saat melakukan request lainnya dari ReST API SATUSEHAT.

Contoh Data

Setiap nilai yang dicontohkan atau ditampilkan di dokumentasi ini adalah nilai yang tidak sebenarnya dan tidak dapat dipakai. Nilai-nilai tersebut hanya untuk keperluan contoh saja, tidak untuk dipakai.
{
  "refresh_token_expires_in": "0",
  "api_product_list": "[api-sandbox]",
  "api_product_list_json": [
        "api-sandbox"
  ],
  "organization_name": "ihs-prod-1",
  "developer.email": "<email-dev>",
  "token_type": "BearerToken",
  "issued_at": "1671109805593",
  "client_id": "<client-id>",
  "access_token": "<access-token>",
  "application_name": "992291b8-a613-40aa-b27c-41e480c7585f",
  "scope": "",
  "expires_in": "3599",
  "refresh_count": "0",
  "status": "approved"
}

4xx Client Error

Sistem akan mengembalikan pesan error bila client belum melakukan autentikasi, tidak memiliki akses, menggunakan HTTP method yang tidak tepat, atau mengirimkan data dengan format atau ketentuan yang tidak sesuai.

Contoh Data

{
  "resourceType": "OperationOutcome",
  "issue": [{
    "severity": "invalid",
    "code": "value",
    "details": {
      "text": "The user or system was not able to be authenticated (either client_id or client_secret combination is unacceptable)"
      }
    }
  ]
}

5xx Server Error (Content-Type: text/plain)

Sistem akan mengembalikan pesan error bila terjadi kesalahan pada sisi server saat memproses data yang telah dikirimkan.

Contoh Data

Gateway Timeout

Contoh Penggunaan/Kode

Setiap nilai yang dicontohkan atau ditampilkan di dokumentasi ini adalah nilai yang tidak sebenarnya dan tidak dapat dipakai. Nilai-nilai tersebut hanya untuk keperluan contoh saja, tidak untuk dipakai.

cURL (Windows)

curl --insecure --location \
  --header "Content-Type: application/x-www-form-urlencoded" ^
  --data-urlencode "client_id=<client-id>" ^
  --data-urlencode "client_secret=<client-secret>" ^
  --request POST ^
  "https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/oauth2/v1/accesstoken?grant_type=client_credentials"

cURL (Linux)

curl --insecure --location \
  --header 'Content-Type: application/x-www-form-urlencoded' \
  --data-urlencode 'client_id=<client-id>' \
  --data-urlencode 'client_secret=<client-secret>' \
  --request POST \
  'https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/oauth2/v1/accesstoken?grant_type=client_credentials'

Postman

  1. Buat request baru menggunakan New  HTTP Request, atau klik tombol + untuk buat tab request baru.

  2. Masukkan request URL

    https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/oauth2/v1/accesstoken
  3. Lalu pilih request method POST.

  4. Pada tab Params, di bagian Query Params:

    1. masukkan nilai grant_type pada kotak masukkan pada kolom KEY,

    2. lalu masukkan nilai client_credentials` pada kotak masukkan pada kolom VALUE.

  5. Pada tab Body:

    1. pilih x-www-form-urlencoded,

    2. masukkan nilai client_id pada kotak masukkan pada kolom KEY,

    3. lalu masukkan nilai client ID yang sudah didapatkan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada kotak masukkan pada kolom VALUE,

    4. selanjutnya masukkan nilai client_secret pada kotak masukkan pada kolom KEY,

    5. terakhir masukkan nilai client secret yang sudah didapatkan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada kotak masukkan pada kolom VALUE.

  6. Klik tombol Send.

  7. Hasil response akan ditampilkan di bagian Response.

3. Resource Patient

Pencarian Data

Fungsi dari ReST API ini adalah untuk mencari data terkait resource Patient yang tersedia di Ekosistem SATUSEHAT dengan parameter-parameter tertentu.

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel atau parameter yang disebutkan, maka variabel atau parameter tersebut bersifat WAJIB , harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *variabel.
Setiap terdapat simbol tanya ? sebelum nama variabel atau parameter yang disebutkan, maka variabel atau parameter tersebut WAJIB ada bila memenuhi kondisi tertentu, contoh: ?variabel.

Request

URL

https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient

HTTP Verb/Method

GET

Header

Nama ParameterTipe DataKeterangan

*Authorization

string

Header ini WAJIB diisi dengan nilai sesuai format: Bearer <access_token>. Nilai dari variabel <access_token> didapatkan dari properti access_token pada object dari hasil response JSON setelah proses autentikasi.

Query String

1. Pencarian Berdasarkan NIK Pasien
Nama ParameterTipe DataKeterangan

?identifier

string

Parameter ini WAJIB ada bila melakukan pencarian data dengan NIK pasien. Nilai yang dimasukkan harus mempunyai format:

https://fhir.kemkes.go.id/id/nik|<nilai-nik>

di mana <nilai-nik> berisi NIK dari pasien yang akan dicari. Sebagai contoh, diketahui NIK pasien ################, sehingga nilai yang dimasukkan untuk parameter ini adalah:

https://fhir.kemkes.go.id/id/nik|################
2. Pencarian Berdasarkan Nama, Tanggal Lahir, dan NIK Pasien
Nama ParameterTipe DataKeterangan

?name

string

Parameter ini WAJIB ada bila melakukan pencarian data dengan nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin pasien. Berisi nama, baik sebagian atau lengkap, dari pasien yang akan dicari.

Contoh: smith.

?birthdate

date

Parameter ini WAJIB ada bila melakukan pencarian data dengan nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin pasien. Berisi tanggal dengan format salah satu dari YYYY, YYYY-MM, atau YYYY-MM-DD.

Contoh: 1980-01.

?nik

string

Parameter ini WAJIB ada bila melakukan pencarian data dengan nama, tanggal lahir, dan NIK pasien. Berisi NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang terdapat di KTP (Kartu Tanda Penduduk) dari pasien yang bersangkutan.

Contoh: ################

3. Bayi Baru Lahir - Pencarian Berdasarkan NIK Ibu
Nama ParameterTipe DataKeterangan

?identifier

string

Parameter ini WAJIB ada bila melakukan pencarian data bayi baru lahir dengan NIK ibu. Nilai yang dimasukkan harus mempunyai format:

https://fhir.kemkes.go.id/id/nik-ibu|<nik-ibu>

di mana <nik-ibu> berisi NIK dari ibu yang akan dicari. Sebagai contoh, diketahui NIK ibu dari pasien ################, sehingga nilai yang dimasukkan untuk parameter ini adalah:

https://fhir.kemkes.go.id/id/nik-ibu|################
4. Pencarian Berdasarkan Nama, Tanggal Lahir, dan Gender Pasien
Nama ParameterTipe DataKeterangan

?name

string

Parameter ini WAJIB ada bila melakukan pencarian data dengan nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin pasien. Berisi nama, baik sebagian atau lengkap, dari pasien yang akan dicari.

Contoh: Budi

?birthdate

date

Parameter ini WAJIB ada bila melakukan pencarian data dengan nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin pasien. Berisi tanggal dengan format salah satu dari YYYY, YYYY-MM, atau YYYY-MM-DD. Terkait penjelasan format tersebut bisa dilihat pada bagian Pengantar Teknis, Format Tanggal dan Waktu.

Contoh: 1976-01-06

?gender

string

Diisi dengan jenis kelamin pasien: male (laki-laki) / female (perempuan)

Contoh: male

Response

Hasil response, dengan HTTP Status Code berpola 2xx atau 4xx, yang dikembalikan dari server mempunyai parameter Content-Type dengan nilai application/json di salah satu parameter header-nya.

2xx Success

Bila resource Patient dengan ID terkait berhasil ditemukan atau tersedia, maka akan mengembalikan data dari resource Patient yang tersimpan di Ekosistem SATUSEHAT.

Contoh Data

{
  "entry": [
    {
      "fullUrl": "https://api-satusehat-dev.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/P02478375538",
      "resource": {
        "active": true,
        "id": "P02478375538",
        "identifier": [
          {
            "system": "https://fhir.kemkes.go.id/id/ihs-number",
            "use": "official",
            "value": "P02478375538"
          },
          {
            "system": "https://fhir.kemkes.go.id/id/nik",
            "use": "official",
            "value": "################"
          }
        ],
        "link": [
          {
            "other": {
              "reference": "RelatedPerson/7af11905-8d49-47dc-a72b-bca4948c01e7"
            },
            "type": "refer"
          }
        ],
        "meta": {
          "lastUpdated": "2023-05-31T06:40:40.038378+00:00",
          "profile": [
            "https://fhir.kemkes.go.id/r4/StructureDefinition/Patient"
          ],
          "versionId": "MTY4NTUxNTI0MDAzODM3ODAwMA"
        },
        "name": [
          {
            "text": "patient 1",
            "use": "official"
          }
        ],
        "resourceType": "Patient"
      }
    }
  ],
  "link": [
    {
      "relation": "search",
      "url": "https://api-satusehat-dev.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/?identifier=https%3A%2F%2Ffhir.kemkes.go.id%2Fid%2Fnik%7C9271060312000001"
    },
    {
      "relation": "first",
      "url": "https://api-satusehat-dev.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/?identifier=https%3A%2F%2Ffhir.kemkes.go.id%2Fid%2Fnik%7C9271060312000001"
    },
    {
      "relation": "self",
      "url": "https://api-satusehat-dev.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/?identifier=https%3A%2F%2Ffhir.kemkes.go.id%2Fid%2Fnik%7C9271060312000001"
    }
  ],
  "resourceType": "Bundle",
  "total": 1,
  "type": "searchset"
}

4xx Client Error

Sistem akan mengembalikan pesan error bila client belum melakukan autentikasi, tidak memiliki akses, menggunakan HTTP method yang tidak tepat, atau meminta data dengan format, parameter, atau ketentuan lainnya yang tidak sesuai atau tidak dimengerti oleh sistem.

Contoh Data

{
  "resourceType": "OperationOutcome",
  //data.terkait.resource.OperationOutcome
}

5xx Server Error (Content-Type: text/plain)

Sistem akan mengembalikan pesan error bila terjadi kesalahan pada sisi server saat memproses data yang telah dikirimkan.

Contoh Data

Gateway Timeout

Contoh Penggunaan/Kode

Setiap nilai yang dicontohkan atau ditampilkan di dokumentasi ini adalah nilai yang tidak sebenarnya dan tidak dapat dipakai. Nilai-nilai tersebut hanya untuk keperluan contoh saja, tidak untuk dipakai.

cURL (Windows)

curl --insecure --location ^
  --header "Authorization: Bearer <access-token>" ^
  --request GET ^
  "https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient?identifier=https://fhir.kemkes.go.id/id/nik|################"

cURL (Linux)

curl --insecure --location \
  --header 'Authorization: Bearer <access-token>' \
  --request GET \
  'https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient?identifier=https://fhir.kemkes.go.id/id/nik|################'

Postman

  1. Buat request baru menggunakan New  HTTP Request, atau klik tombol + untuk buat tab request baru.

  2. Masukkan request URL

    https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient
  3. Lalu pilih request method GET.

  4. Pada tab Auth:

    1. pada pilihan Type, pilih Bearer Token,

    2. lalu masukkan nilai akses token yang sudah didapatkan pada saat autentikasi pada kotak inputan Token.

  5. Pada tab Params, di bagian Query Params:

    1. silakan masukkan parameter untuk melakukan pencarian sesuai dengan yang sudah dijelaskan pada bagian query string terkait ReST API ini,

    2. masukkan satu atau lebih nama dari parameter tersebut pada kotak masukkan pada kolom KEY,

    3. sedangkan untuk nilainya, masukkan pada kotak masukkan pada kolom VALUE.

  6. Klik tombol Send.

  7. Hasil response akan ditampilkan di bagian Response.

Detail Data

Fungsi dari ReST API ini adalah untuk mendapatkan data terkait resource Patient yang tersedia di Ekosistem SATUSEHAT. Untuk mendapatkan data yang dimaksud, nilai ID dari resource Patient tersebut PERLU diketahui dan disediakan sebagai parameternya.

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel atau parameter yang disebutkan, maka variabel atau parameter tersebut bersifat WAJIB , harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *variabel.

Request

URL

https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient:id

HTTP Verb/Method

GET
Parameter Path URI
Nama ParameterTipe DataKeterangan

*:id

uuid

ID referensi dari resource Patient yang akan dilihat detailnya.

Header

Nama ParameterTipe DataKeterangan

*Authorization

string

Header ini WAJIB diisi dengan nilai sesuai format: Bearer <access_token>. Nilai dari variabel <access_token> didapatkan dari properti access_token pada object dari hasil response JSON setelah proses autentikasi.

*Content-Type

string

Mime type dari payload data yang akan dikirimkan di dalam body dalam format JSON, WAJIB diisi dengan application/json.

Response

Hasil response, dengan HTTP Status Code berpola 2xx atau 4xx, yang dikembalikan dari server mempunyai parameter Content-Type dengan nilai application/json di salah satu parameter header-nya.

2xx Success

Bila resource Patient dengan ID terkait berhasil ditemukan atau tersedia, maka akan mengembalikan data dari resource Patient yang tersimpan di Ekosistem SATUSEHAT.

Contoh Data

{
  "resourceType": "Patient",
  "id": "100000000001",
  //data.terkait.resource.Patient
}

4xx Client Error

Sistem akan mengembalikan pesan error bila client belum melakukan autentikasi, tidak memiliki akses, menggunakan HTTP method yang tidak tepat, atau meminta data dengan format, parameter, atau ketentuan lainnya yang tidak sesuai atau tidak dimengerti oleh sistem.

Contoh Data

{
  "resourceType": "OperationOutcome",
  //data.terkait.resource.OperationOutcome
}

5xx Server Error (Content-Type: text/plain)

Sistem akan mengembalikan pesan error bila terjadi kesalahan pada sisi server saat memproses data yang telah dikirimkan.

Contoh Data

Gateway Timeout

Contoh Penggunaan/Kode

Setiap nilai yang dicontohkan atau ditampilkan di dokumentasi ini adalah nilai yang tidak sebenarnya dan tidak dapat dipakai. Nilai-nilai tersebut hanya untuk keperluan contoh saja, tidak untuk dipakai.

cURL (Windows)

curl --insecure --location ^
  --header "Authorization: Bearer <access-token>" ^
  --request GET ^
  "https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/100000000001"

cURL (Linux)

curl --insecure --location \
  --header 'Authorization: Bearer <access-token>' \
  --request GET \
  'https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/100000000001'

Postman

  1. Buat request baru menggunakan New  HTTP Request, atau klik tombol + untuk buat tab request baru.

  2. Masukkan request URL

    https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient:id
  3. Lalu pilih request method GET.

  4. Pada tab Auth:

    1. pada pilihan Type, pilih Bearer Token,

    2. lalu masukkan nilai akses token yang sudah didapatkan pada saat autentikasi pada kotak inputan Token.

  5. Pada tab Params, di bagian Path Variables:

    1. Isi nilai parameter id dengan ID dari resource Patient yang ingin didapatkan datanya.

  6. Klik tombol Send.

  7. Hasil response akan ditampilkan di bagian Response.

Penambahan Data

Fungsi dari ReST API ini adalah untuk melakukan penambahan data terkait resource Patient ke dalam Ekosistem SATUSEHAT.

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel atau parameter yang disebutkan, maka variabel atau parameter tersebut bersifat WAJIB , harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *variabel.

Request

URL

https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient:

HTTP Verb/Method

POST
Header
Nama ParameterTipe DataKeterangan

*Authorization

string

Header ini WAJIB diisi dengan nilai sesuai format: Bearer <access_token>. Nilai dari variabel <access_token> didapatkan dari properti access_token pada object dari hasil response JSON setelah proses autentikasi.

*Content-Type

string

Mime type dari payload data yang akan dikirimkan di dalam body dalam format JSON, WAJIB diisi dengan application/json.

Body (application/json), dengan identifier NIK Pasien

Di bagian body ini payload JSON dari resource Patient sesuai standar FHIR dimasukkan. Terkait cara pengisian dari format FHIR tersebut di luar cakupan dari dokumentasi ini, silakan melihat pada dokumentasi terkait Petunjuk Teknis atau Playbook yang telah disediakan oleh tim SATUSEHAT dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bentuk umum dari payload untuk penambahan data sebagai berikut:

{
  "resourceType": "Patient",
  "identifier": [
    {
      "use": "official",
      "system": "https://fhir.kemkes.go.id/id/nik",
      "value": "################"
    },
    //data.terkait.indentifier.lainnya
  ],
  //data.terkait.resource.Patient
}
Body (application/json), dengan identifier NIK Ibu

Di bagian body ini payload JSON dari resource Patient dengan identifier NIK Ibu sesuai standar FHIR dimasukkan. Terkait cara pengisian dari format FHIR tersebut di luar cakupan dari dokumentasi ini, silakan melihat pada dokumentasi terkait Petunjuk Teknis atau Playbook yang telah disediakan oleh tim SATUSEHAT dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bentuk umum dari payload untuk penambahan data sebagai berikut:

{
  "resourceType": "Patient",
  "identifier": [
    {
      "use": "official",
      "system": "https://fhir.kemkes.go.id/id/nik-ibu",
      "value": "################"
    },
    //data.terkait.indentifier.lainnya
  ],
  //data.terkait.resource.Patient
}

Response

Hasil response, dengan HTTP Status Code berpola 2xx atau 4xx, yang dikembalikan dari server mempunyai parameter Content-Type dengan nilai application/json di salah satu parameter header-nya.

2xx Success

Dari hasil response ini, PERLU disimpan nilai UUID yang didapat dari properti id, di mana nilai tersebut kemungkinan akan digunakan dalam proses lainnya yang terkait resource Patient ini.

Contoh Data

{
  "resourceType": "Patient",
  "id": "100000000001",
  //data.terkait.resource.Patient
}

4xx Client Error

Sistem akan mengembalikan pesan error bila client belum melakukan autentikasi, tidak memiliki akses, menggunakan HTTP method yang tidak tepat, atau mengirimkan data dengan format atau ketentuan lainnya yang tidak sesuai atau tidak dimengerti oleh sistem.

Contoh Data

{
  "resourceType": "OperationOutcome",
  //data.terkait.resource.OperationOutcome
}

5xx Server Error (Content-Type: text/plain)

Sistem akan mengembalikan pesan error bila terjadi kesalahan pada sisi server saat memproses data yang telah dikirimkan.

Contoh Data

Gateway Timeout

Contoh Penggunaan/Kode

Setiap nilai yang dicontohkan atau ditampilkan di dokumentasi ini adalah nilai yang tidak sebenarnya dan tidak dapat dipakai. Nilai-nilai tersebut hanya untuk keperluan contoh saja, tidak untuk dipakai.

cURL (Windows)

curl --insecure --location ^
  --header "Authorization: Bearer <access-token>" ^
  --header "Content-Type: application/json" ^
  --data-raw "{
    \"resourceType\": \"Patient\",
    ...
  }" ^
  --request POST ^
  "https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient"

cURL (Linux)

curl --insecure --location \
  --header 'Authorization: Bearer <access-token>' \
  --header 'Content-Type: application/json' \
  --data-raw '{
    "resourceType": "Patient",
    ...
  }' \
  --request POST \
  'https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient'

Postman

  1. Buat request baru menggunakan New  HTTP Request, atau klik tombol + untuk buat tab request baru.

  2. Masukkan request URL

    https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient:
  3. Lalu pilih request method POST.

  4. Pada tab Auth:

    1. pada pilihan Type, pilih Bearer Token,

    2. lalu masukkan nilai akses token yang sudah didapatkan pada saat autentikasi pada kotak inputan Token.

  5. Pada tab Body:

    1. pilih raw,

    2. kemudian di samping nilai tadi pilih JSON,

    3. terakhir masukkan resource JSON dari Patient yang akan diproses ke kotak masukkan di bawah pilihan tadi. Contoh:

      {
        "resourceType": "Patient",
        //data.terkait.resource.Patient
      }
  6. Klik tombol Send.

  7. Hasil response akan ditampilkan di bagian Response.

Pembaruan Sebagian Data

Fungsi dari ReST API ini adalah untuk melakukan perubahan sebagian dari data terkait resource Patient ke dalam Ekosistem SATUSEHAT, yang sebelumnya sudah ditambahkan dan tersedia di dalam Ekosistem SATUSEHAT. Untuk melakukan perubahan sebagian (patching) data, PERLU ID dari resource Patient yang akan diubah dan juga nama/ID elemen dari Patient yang akan dilakukan perubahan.

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel atau parameter yang disebutkan, maka variabel atau parameter tersebut bersifat WAJIB , harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *variabel.

Request

URL

https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/:id

HTTP Verb/Method

PATCH
Parameter Path URI
Nama ParameterTipe DataKeterangan

*:id

uuid

ID referensi dari resource Patient yang akan dilakukan proses pembaruan data (update).

Header

Nama ParameterTipe DataKeterangan

*Authorization

string

Header ini WAJIB diisi dengan nilai sesuai format: Bearer <access_token>. Nilai dari variabel <access_token> didapatkan dari properti access_token pada object dari hasil response JSON setelah proses autentikasi.

*Content-Type

string

Mime type dari payload data yang akan dikirimkan di dalam body dalam format JSON, WAJIB diisi dengan application/json.

Body (application/json)

Di bagian body ini payload JSON dari resource Patient sesuai standar FHIR dimasukkan. Terkait cara pengisian dari format FHIR tersebut di luar cakupan dari dokumentasi ini, silakan melihat pada dokumentasi terkait Petunjuk Teknis atau Playbook yang telah disediakan oleh tim SATUSEHAT dari Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bentuk umum dari payload untuk patching sebagai berikut:

[
  {
    "op": "<operasi>",
    "path": "<element-path>",
    "value": "<nilai-baru>"
  }
]

Dari bentuk umum tersebut, nilai:

  • <operasi>, saat ini hanya tersedia operasi replace saja, yaitu untuk menganti nilai properti/elemen dari resource Patient dengan ID terkait.

  • <element-path>, nama properti/element dari resource Patient dengan ID terkait yang akan diganti nilainya, dengan format /<path>/<to>/<element>. Simbol / sebagai pemisah dari nama properti/element yang dimaksud.

    Contoh, misalkan pada resource Patient ini ada properti/element dengan nama language, yang dalam bentuk path FHIR Patient.language, maka penulisan nilai <element-path> ini adalah /language.

  • <nilai-baru>, diisi dengan nilai pengantinya.

Sehingga contoh payload-nya sebagai berikut:

[
  {
    "op": "replace",
    "path": "/language",
    "value": "id"
  }
]

Response

Hasil response, dengan HTTP Status Code berpola 2xx atau 4xx, yang dikembalikan dari server mempunyai parameter Content-Type dengan nilai application/json di salah satu parameter header-nya.

2xx Success

Bila proses pembaruan data berhasil maka akan mengembalikan payload dari resource Patient yang sebelumnya telah dikirim.

Contoh Data

{
  "resourceType": "Patient",
  "id": "100000000001",
  //data.terkait.resource.Patient
}

4xx Client Error

Sistem akan mengembalikan pesan error bila client belum melakukan autentikasi, tidak memiliki akses, menggunakan HTTP method yang tidak tepat, atau mengirimkan data dengan format, parameter, atau ketentuan lainnya yang tidak sesuai atau tidak dimengerti oleh sistem.

Contoh Data

{
  "resourceType": "OperationOutcome",
  //data.terkait.resource.OperationOutcome
}

5xx Server Error (Content-Type: text/plain)

Sistem akan mengembalikan pesan error bila terjadi kesalahan pada sisi server saat memproses data yang telah dikirimkan.

Contoh Data

Gateway Timeout

Contoh Penggunaan/Kode

Setiap nilai yang dicontohkan atau ditampilkan di dokumentasi ini adalah nilai yang tidak sebenarnya dan tidak dapat dipakai. Nilai-nilai tersebut hanya untuk keperluan contoh saja, tidak untuk dipakai.

cURL (Windows)

curl --insecure --location ^
  --header "Authorization: Bearer <access-token>" ^
  --header "Content-Type: application/json" ^
  --data-raw "[
      {
          \"op\" : \"<operasi>\",
          \"path\" : \"<element-path>\",
          \"value\" : \"<nilai-baru>\"
      }
  ]" ^
  --request PATCH ^
  "https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/100000000001"

cURL (Linux)

curl --insecure --location \
  --header 'Authorization: Bearer <access-token>' \
  --header 'Content-Type: application/json' \
  --data-raw '[
    {
      "op": "<operasi>",
      "path": "<element-path>",
      "value": "<nilai-baru>"
    }
  ]' \
  --request PATCH \
  'https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/100000000001'

Postman

  1. Buat request baru menggunakan New  HTTP Request, atau klik tombol + untuk buat tab request baru.

  2. Masukkan request URL

    https://api-satusehat-stg.dto.kemkes.go.id/fhir-r4/v1/Patient/:id
  3. Lalu pilih request method PATCH.

  4. Pada tab Auth:

    1. pada pilihan Type, pilih Bearer Token,

    2. lalu masukkan nilai akses token yang sudah didapatkan pada saat autentikasi pada kotak inputan Token.

  5. Pada tab Params, di bagian Path Variables:

    1. Isi nilai parameter id dengan ID dari resource Patient yang akan diperbarui (update).

  6. Pada tab Body:

    1. pilih raw,

    2. kemudian di samping nilai tadi pilih JSON,

    3. terakhir masukkan payload JSON untuk melakukan perubahan ke kotak masukkan di bawah pilihan tadi. Contoh:

      [
        {
          "op": "replace",
          "path": "/language",
          "value": "id"
        }
      ]
  7. Klik tombol Send.

  8. Hasil response akan ditampilkan di bagian Response.

4. Unduh Dokumen

Di samping adanya dokumentasi secara umum terkait Master Patient Index (MPI), maka diperlukan satu dokumentasi khusus yang membahas semua informasi teknis yang disediakan oleh Master Patient Index (MPI) yang dikembangkan oleh tim developer Pusat Data dan Teknologi Informasi - Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dokumentasi Teknis Master Patient Index (MPI) ini berisi spesifikasi teknis dan ReST API mencakup parameter yang tersedia, contoh request, contoh hasil response, penjelasan dari kode status HTTP yang mungkin diterima, serta cara penggunaannya menggunakan cURL dan Postman.

Dokumentasi Teknis SATUSEHAT Master Patient Index (MPI) ReST API