Registrasi Jantung

Riwayat Perubahan

Details
Tabel 1. Riwayat Perubahanan Registrasi Jantung
versiTanggal PembaruanDeskripsi PerubahanPenanggung Jawab

v1.1

3 Juli 2024

  • Perubahan metode PUT menjadi PATCH pada Bab 19. Menutup Episode Perawatan Stroke.

  • Perubahan istilah UUID menjadi ID.

Anisatul ‘Afifah

v1.0

28 Mei 2024

Rilis pertama.

Anisatul ‘Afifah

ORIENTASI (ONBOARDING/PRE-USECASE)

Sebelum melakukan pengiriman data terkait pendaftaran pasien dan diagnosis, terdapat 4 langkah yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Autentikasi ke SATUSEHAT,

  2. Registrasi Struktur Organisasi,

  3. Registrasi Struktur Lokasi,

  4. Menyimpan Nomor IHS untuk Tenaga Kesehatan.

Autentikasi

Informasi autentikasi atau pertukaran/transaksi data akan dibahas lebih lanjut pada Autentikasi

Registrasi Struktur Organisasi

Berikut ini adalah struktur organisasi dari Registrasi Jantung

Registrasi Struktur Organisasi
Gambar 1. Registrasi Struktur Organisasi

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Organization (data suborganisasi), dapat dilihat dalam resource Organization. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Organization dapat dilihat dalam Postman Collection.

Registrasi Struktur Lokasi

Berikut ini adalah struktur lokasi dari Registrasi Jantung

Registrasi Struktur Lokasi
Gambar 2. Registrasi Struktur Lokasi

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Location (data sublokasi), dapat dilihat dalam resource Location. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Location dapat dilihat dalam Postman Collection.

Variabel/parameter/element FHIR Location.type pada resource Location bersifat WAJIB/Mandatories dimana harus ada, atau pasti selalu ada.

Nomor IHS untuk Tenaga Kesehatan

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Practitioner (data nomor IHS Tenaga Kesehatan), dapat dilihat dalam resource Practitioner. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Practitioner dapat dilihat dalam Postman Collection.

INTEGRASI

Modul Registrasi Jantung merupakan pencatatan terkait kasus / data medis pasien dengan diagnosis Hipertensi, Penyakit Jantung Iskemik, dan Penyakit Jantung Rematik pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL).

Playbook use case Jantung dibuat sebagai panduan teknis untuk fasilitas pelayanan kesehatan atau pengembang rekam medis elektronik dan lainnya dalam melakukan proses integrasi dan interoperabilitas di dalam SATUSEHAT Platform, khususnya informasi terkait pelayanan kesehatan Modul Jantung. Playbook ini menjelaskan secara detail mengenai standar tahapan alur integrasi dan format pengiriman data, mulai dari:

  1. Pendaftaran Pasien

  2. Pendaftaran Kunjungan

  3. Memulai Episode Perawatan Jantung

  4. Pengiriman Data Anamnesis

  5. Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Fisik

  6. Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Psikologis

  7. Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang

  8. Pengiriman Data Tindakan/Prosedur Medis Diagnostik

  9. Pengiriman Data Diagnosis

  10. Pengiriman Data Tindakan/Prosedur Medis Terapetik

  11. Pengiriman Data Tatalaksana (Edukasi dan Obat)

  12. Pengiriman Data Prognosis

  13. Pengiriman Data Rencana Tindak Lanjut dan Sarana Transportasi untuk Rujuk

  14. Pengiriman Data Instruksi Tindak Lanjut

  15. Pengiriman Data Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

  16. Pengiriman Data Cara Keluar dari Rumah Sakit

  17. Pembaharuan Data Kunjungan

  18. Menutup Episode Perawatan Jantung

Resource FHIR yang digunakan pada use case ini yaitu:

  1. AllergyIntolerance

  2. Condition

  3. DiagnosticReport

  4. Encounter

  5. EpisodeOfCare

  6. Immunization

  7. Medication

  8. MedicationDispense

  9. MedicationRequest

  10. Observation

  11. Patient

  12. Procedure

  13. QuestionnaireResponse

  14. ServiceRequest

  15. Specimen

Tahapan alur integrasi dan resource yang digunakan untuk dalam pelayanan Jantung mengacu pada pelayanan umum dan versi sederhananya dapat dilihat pada Gambar 3.

Alur Integrasi Modul Registrasi Jantung
Gambar 3. Alur Integrasi Modul Registrasi Jantung

Pelaporan terkait data atau variabel Jantung melalui SATUSEHAT disesuaikan dengan peraturan berikut:

  1. Pedoman Tatalaksana Hipertensi pada Penyakit Kardiovaskular Tahun 2015.

  2. Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/4634/2021 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hipertensi Dewasa.

  3. Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/1419/2023 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Angina Pektoris Stabil.

  4. Kepmenkes RI No. HK.01.07/MENKES/675/2019 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Sindroma Koroner Akut.

Variabel terkait pelayanan untuk Modul Jantung sebagaimana berikut untuk nomor 1 hingga 13 dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

  1. Pendaftaran pasien dan kunjungan

  2. Anamnesis

    1. Keluhan Utama

    2. Riwayat Alergi

    3. Riwayat Penyakit

    4. Riwayat Pengobatan

  3. Pemeriksaan Fisik

    1. Tanda Tanda Vital (Denyut Jantung/ Nadi, Pernapasan, Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, dan Suhu)

    2. Antropometri (Tinggi Badan/ TB dan Berat Badan/ BB)

  4. Pemeriksaan Psikologis

  5. Pemeriksaan Penunjang

  6. Diagnosis

  7. Tindakan/ Prosedur Medis

  8. Tatalaksana

    1. Edukasi

    2. Obat

  9. Prognosis

  10. Rencana Tindak Lanjut dan Sarana Transportasi untuk Rujuk

  11. Instruksi untuk Tindak Lanjut

  12. Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

  13. Cara Keluar dari Rumah Sakit

Adapun variabel yang diperlukan untuk Modul Jantung secara khusus dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2. Informasi Variabel
NoVariabelResourceElemen Data/PathKeterangan

1

Episode Perawatan Jantung

EpisodeOfCare

EpisodeOfCare.type.coding

Episode Perawatan Jantung

2

Faktor Risiko Aterosklerosis

a

Hipertensi

Observation

Observation.category.coding

Pasien didiagnosis saat ini dengan Hipertensi, memenuhi 1/ lebih kriteria berikut:

. Pernah didiagnosis dan mendapat pengobatan untuk Hipertensi, diet, dan/olahraga . Catatan medis sebelumnya menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah ≥ 140 mmHg sistolik dan atau ≥ 90 mmHg diastolik pada minimal 2 kali pengukuran/ kunjungan pada pasien tanpa riwayat diabetes atau gagal ginjal kronik. . Catatan medis sebelumnya menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah ≥ 130 mmHg sistolik dan atau ≥ 80 mmHg diastolik pada minimal 2 kali pengukuran/ kunjungan pada pasien riwayat diabetes atau gagal ginjal kronik. . Sedang mendapatkan terapi hipertensi saat ini.

Observation.code.coding

Observation.valueBoolean

Jika Ya,

1)

Derajat Hipertensi

Observation

Observation.component.code

Observation.component.valueCodeableConcept.coding

Condition

Condition.stage.type.coding

Condition.stage.summary.coding

2)

Mendapat Obat

Observation

Observation.component.code

Observation.component.valueBoolean

3)

Terkontrol

Observation

Observation.component.code

Observation.component.valueBoolean

b

Diabetes Mellitus

Observation

Observation.category.coding

Pernah didiagnosis dengan Diabetes dan/telah mendapatkan pengobatan berupa obat hiperglikemik oral atau terapi insulin. Kriteria diagnosis menurut The American Diabetes Association sebagai berikut:

. Hemoglobin A1c ≥ 6.5%; atau . Glukosa puasa plasma ≥126 mg/dl (7.0 mmol/L) atau 3. 2 Jam Glukosa plasma ≥ 200 mg/dl (11.1 mmol/L). . Pada pasien dengan gejala klasik hiperglikemia atau krisis hiperglikemik, kadar glukosa plasma acak ≥ 200 mg/dl (11.1 mmol/L). . Kriteria ini tidak termasuk diabetes gestational.

Observation.code.coding

Observation.valueBoolean

Jika Ya,

1)

Mendapat Obat

Observation

Observation.component.code

Observation.component.valueBoolean

2)

Terkontrol

Observation

Observation.component.code

Observation.component.valueBoolean

c

Dislipidemia

Observation

Observation.category.coding

Pernah memiliki riwayat dislipidemia/ hiperkolesterolemia, telah diagnosis dan atau mendapat pengobatan oleh dokter. Kriteria Diagnosis Dislipidemia menurut National Cholesterol Education Program (NCEP) sebagai berikut:

. Kolesterol total > 200 mg/dl (5.18 mmol/L); atau . LDL ≥ 130 mg/dl (3.37 mmol/L); . HDL < 40 mg/dl (1.04 mmol/L) untuk laki-laki dan . < 50 mg/dl (1.30 mmol/L) untuk wanita . Saat ini sedang mendapat terapi dislipidemia.

Observation.code.coding

Observation.valueBoolean

Jika Ya,

1)

Mendapat Obat

Observation

Observation.component.code

Observation.component.valueBoolean

Jika Mendapat Obat Statin,

2)

Intensitas Obat Statin

Observation

Observation.component.code

Observation.component.valueCodeableConcept.coding

d

Merokok

Observation

Observation.category.coding

Suatu kebiasaan menghisap rokok yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

- Perokok aktif: kebiasaan merokok lebih dari 100 batang rokok (termasuk rokok kretek, cerutu, elektrik dll) sepanjang hidupnya dan telah merokok dalam 28 hari terakhir. - Mantan perokok: jika pernah merokok >100 batang sepanjang hidupnya. DIkatakan former smoker = mantan perokok jika sudah berhenti merokok > 1 tahun (sebelum terdiagnosis) Patokan 1 tahun berdasarkan bahwa berhenti merokok 1 tahun berhubungan dengan keberhasilan berhenti merokok selamanya (jangka panjang). Jika berhenti merokok lebih dari 1 bulan tapi kurang dari 1 tahun dikatakan "BARU BERHENTI MEROKOK = Recent Quitter". Yang berhenti merokok < 1 bulan, atau masih merokok saat ditanya disebut perokok. - Tidak merokok: merokok < 100 batang seumur hidupnya. - Tidak Diketahui: tidak diketahui keadaan pasien merokok atau tidak

Observation.code.coding

Observation.valueCodeableConcept.coding

3

Hipertensi

a

Diagnosis Hipertensi

Condition

Condition.category.coding

Diagnosis Hipertensi, diisi dengan ICD-10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

b

Diagnosis Organ Damage Hipertensi

Condition

Condition.category.coding

Kerusakan Organ pada Hipertensi, diisi dengan ICD-10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

c

Target Organ Damage Hipertensi

Observation

Observation.category.coding

Target Kerusakan Organ pada Hipertensi, diisi dengan kode SNOMED.

Observation.code.coding

Observation.valueCodeableConcept.coding

4

Penyakit Jantung Iskemik - Stabil

a

Diagnosis

Condition

Condition.category.coding

Pernah didokumentasikan mengalami IMA, dengan memenuhi 1 dari kriteria diagnosis untuk riwayat IMA sebelumnya, yaitu:

. Adanya Q patologis dengan atau tanpa keluhan pada kondisi tidak ada penyebab non iskemik . Bukti imaging/ pencitraan dari regio loss of viable myocardium yang tipis dan gagal berkontraksi, pada kondisi tidak ada penyebab non iskemik . Penemuan patologis dari IMA sebelumnya.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

b

Terapi

Procedure

Procedure.category.coding

Terapi yang diberikan pada pasien yang mengalami Penyakit Jantung Iskemik Stabil.

Procedure.code.coding

5

Penyakit Jantung Iskemik - Serangan Jantung

a

Serangan Jantung - STE ACS

1)

Diagnosis

Condition

Condition.category.coding

Diagnosis Serangan Jantung Iskemik (STE ACS), diisi dengan ICD 10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

2)

Diagnosis Komplikasi

Condition

Condition.category.coding

Suatu kondisi yang terjadi sebagai penyulit atau dampak langsung dari Serangan Jantung Iskemik (STE ACS), diisi dengan ICD 10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

3)

Metode Reperfusi

Procedure

Procedure.category.coding

Terapi reperfusi yang diberikan kepada pasien yang mengalami Serangan Jantung - STE ACS, diisi dengan ICD 9 CM.

Procedure.code.coding

b

Serangan Jantung - NON STE ACS

1)

Diagnosis

Condition

Condition.category.coding

Diagnosis Serangan Jantung Iskemik (NON STE ACS), diisi dengan ICD 10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

2)

Diagnosis Komplikasi

Condition

Condition.category.coding

Suatu kondisi yang terjadi sebagai penyulit atau dampak langsung dari Serangan Jantung Iskemik (STE ACS), diisi dengan ICD 10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

3)

Metode Reperfusi

Procedure

Procedure.category.coding

Terapi reperfusi yang diberikan kepada pasien yang mengalami Serangan Jantung - NON STE ACS, diisi dengan ICD 9 CM.

Procedure.code.coding

c

Serangan Jantung Berulang

Condition

Condition.category.coding

Serangan Jantung - Infark Miokard yang terjadi dalam 28 hari setelah pasien dinyatakan survive dari perawatan Serangan Jantung STE ACS dan/atau NON STE ACS

Condition.code.coding

Condition.clinicalStatus

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

d

GRACE Score

Observation

Observation.category.coding

Skor GRACE yang didapatkan dari hasil perhitungan 8 variabel dan digunakan untuk stratifikasi risiko pasien dengan Serangan Jantung NON STE ACS

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity

Observation.interpretation

e

Killip Class

Observation

Observation.category.coding

Killip Class merupakan kategori stratifikasi risiko berdasarkan ada / tidaknya tanda klinis gagal jantung.

Observation.code.coding

Observation.valueCodeableConcept.coding

6

Penyakit Jantung Rematik

a

Diagnosis

Condition

Condition.category.coding

Diagnosis terkait Penyakit Jantung Rematik, diisi dengan ICD-10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

b

Diagnosis Komplikasi

Condition

Condition.category.coding

Suatu kondisi yang terjadi sebagai penyulit atau dampak langsung dari Penyakit Jantung Rematik, diisi dengan ICD 10.

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

c

Strategi Invasif

Procedure

Procedure.category.coding

Strategi Invasif yang diberikan kepada pasien yang mengalami Penyakit Jantung Rematik, diisi dengan ICD 9 CM.

Procedure.code.coding

d

Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Rematik

Observation

Observation.category.coding

Pencegahan Sekunder pada pasien yang mengalami Penyakit Jantung Rematik.

Observation.code.coding

Observation.valueCodeableConcept.coding

Jika Ya, pilih jenis obat yang digunakan Pasien untuk Pencegahan Sekunder PJR

Observation.component.code.coding

Jenis obat yang digunakan Pasien untuk Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Rematik.

Observation.component.valueCodeableConcept.coding

1. Pendaftaran Identitas Pasien

Apabila melakukan pengiriman data kesehatan melalui SATUSEHAT yang memiliki elemen data terkait pasien, maka diperlukan informasi {patient-ihs-number} dari pasien yang bersangkutan. {patient-ihs-number} seorang pasien didapatkan dari Master Patient Index (MPI) Kementerian Kesehatan. MPI menyimpan data-data demografi pasien berskala nasional, mulai dari nama, tanggal lahir, alamat, Identitas resmi yang diterbitkan pemerintah, dan lain lain. Setelah mendapatkan {patient-ihs-number}, ID dapat disimpan secara di masing-masing sistem internal Fasyankes maupun partner non-Fasyankes. {patient-ihs-number} akan mempermudah pelaporan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan pasien, karena partner tidak diwajibkan menyertakan data diri setiap ada pengiriman data {patient-ihs-number} juga dapat digunakan untuk melihat data diri pasien secara menyeluruh.

Proses pencarian {patient-ihs-number} dari pasien dapat dilakukan melalui FHIR API dengan metode GET. Untuk metode pencarian data pasien di SATUSEHAT secara detail dapat dilihat dalam resource Patient dan terkait panduan/playbook MPI dapat dilihat dalam dokumen Master Patient Index.

2. Pendaftaran Kunjungan Pasien

Kunjungan pasien dapat didefinisikan sebagai interaksi pasien terhadap suatu layanan fasyankes. Sebagai contoh, dalam satu rangkaian rawat jalan, seluruh rangkaian dapat didefinisikan sebagai satu “Encounter”. Data-data kunjungan pasien yang direkam meliputi kapan pertemuan tersebut mulai dan selesai, siapa tenaga kesehatan yang melayani, siapa subjek dari pelayanannya, dan informasi pendukung lainnya.

Pemetaan nilai serta pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Pendaftaran Kunjungan Pasien dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

3. Memulai Episode Perawatan Jantung

Saat pasien berkunjung untuk mendapatkan pelayanan perawatan jantung maka diperlukan untuk mengirimkan data resources EpisodeOfCare. Pembuatan resources EpisodeOfCare cukup dikirimkan satu kali saja, yaitu saat pertama kali pasien didiagnosis Hipertensi dan Charta Prediksi Risiko menunjukkan sedang atau tinggi maka dilakukan dengan POST EpisodeOfCare dengan menggunakan status "waitlist" dan akan mendapat balikan dari SATUSEHAT berupa nomor surveilans penyakit jantung (suspect-id).

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien tidak terkonfirmasi penyakit jantung maka EpisodeOfCare tetap dibiarkan dan tidak perlu diubah statusnya. Namun, jika pasien terkonfirmasi penyakit jantung maka status EpisodeOfCare perlu diubah menjadi "active" dengan metode PATCH dan akan mendapatkan nomor register jantung (register-id).

Pada kunjungan berikutnya tidak perlu membuat EpisodeOfCare yang baru, ID EpisodeOfCare yang pertama kali dibuat dapat dicari dengan metode GET menggunakan parameter pencarian dengan patient IHS Number Patient, type EpisodeOfCare “CAD”, dan status “waitlist” (menandakan pasien terduga penyakit jantung dengan diagnosis Hipertensi atau hasil Charta Prediksi Risiko PTM menunjukkan sedang atau tinggi) atau “active” (menandakan pasien terkonfirmasi penyakit jantung) untuk mendapatkan ID EpisodeOfCare yang kemudian digunakan sebagai informasi pengisian Encounter.episodeOfCare pada kunjungan tersebut dan kunjungan-kunjungan berikutnya. Selain ketiga parameter pencarian tersebut, parameter organization IHS Number Organization juga dapat digunakan apabila hanya ingin melihat EpisodeOfCare di faskes yang dikunjungi. Namun, apabila ingin melihat seluruh EpisodeOfCare yang sedang dijalani oleh pasien maka tidak perlu menambahkan parameter organization.

Jika saat pasien mendapatkan serangan jantung atau didiagnosis jantung belum terdapat pengiriman data resources EpisodeOfCare maka fasyankes yang menerima pasien tersebut harus melakukan pembuatan resource EpisodeOfCare melalui POST EpisodeOfCare dengan menggunakan status "active" sebagai penanda dimulainya Episode Perawatan Penyakit Jantung pada pasien tersebut tanpa adanya status terduga penyakit jantung.

Contoh POST EpisodeOfCare dan pencarian ID EpisodeOfCare dapat dilihat dalam Postman Collection SATUSEHAT di sini

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk EpisodeOfCare yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Pada saat pembuatan pembuatan baru EpisodeOfCare, maka EpisodeOfCare.period.start diisikan dengan nilai yang sama persis dengan tanggal diagnosis pasien. Untuk pengisian EpisodeOfCare.period.end dilakukan saat menandai EpisodeOfCare.status sebagai finished dan diisikan dengan tanggal saat pasien meninggal.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Berikut pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait EpisodeOfCare untuk pengiriman data episode perawatan jantung.

Tabel 3. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource EpisodeOfCare

1. Episode Perawatan Jantung

EpisodeOfCare.type.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/episodeofcare-type

EpisodeOfCare.type.coding.code

CAD

EpisodeOfCare.type.coding.display

Coronary Arterial Disease Management Care

4. Pengiriman Data Anamnesis

Data Anamnesis mencakup keluhan utama, riwayat penyakit, riwayat pengobatan, riwayat alergi. Data yang dimiliki pasien tersebut dapat dikirimkan menggunakan resource Condition, AllergyIntolerance, dan MedicationStatement. Pemetaan nilai serta pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Pengiriman Data Anamnesis dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

Selain data tersebut, pada Modul Jantung juga terdapat pengiriman data Faktor Risiko Aterosklerosis. Pengiriman data tersebut dilakukan menggunakan resource Observation. Pemetaan nilai Observation dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT. Adapun pemetaan variabel dan terminologi spesifik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Faktor Risiko Aterosklerosis

a. Hipertensi

Observation.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category.coding.code

survey

Observation.category.coding.display

Survey

Observation.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.code.coding.code

38341003

Observation.code.coding.display

Hypertension

Observation.valueBoolean

(Tipe data boolean)

Jika Ya,

1) Derajat Hipertensi

Observation.component.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.component.code.coding.code

268607006

Observation.component.code.coding.display

Hypertension risk level

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.system

http://snomed.info/sct

http://snomed.info/sct

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

http://snomed.info/sct

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.code

827069000

827068008

OI000042

56218007

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.display

Stage 1 hypertension

Stage 2 hypertension

Hipertensi derajat 3

Systolic hypertension

Pilihan Jawaban yang divisualisasikan

Hipertensi derajat 1

Hipertensi derajat 2

Hipertensi derajat 3

Hipertensi sistolik terisolasi

2) Mendapat Obat

Observation.component.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.component.code.coding.code

715047008

Observation.component.code.coding.display

Does obtain medication

Observation.component.valueBoolean

(Tipe data boolean)

3) Terkontrol

Observation.component.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.component.code.coding.code

31509003

Observation.component.code.coding.display

Controlled

Observation.component.valueBoolean

(Tipe data boolean)

b. Diabetes Mellitus

Observation.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category.coding.code

survey

Observation.category.coding.display

Survey

Observation.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.code.coding.code

73211009

Observation.code.coding.display

Diabetes mellitus

Observation.valueBoolean

(Tipe data boolean)

Jika Ya,

1) Mendapat Obat

Observation.component.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.component.code.coding.code

715047008

Observation.component.code.coding.display

Does obtain medication

Observation.component.valueBoolean

(Tipe data boolean)

2) Terkontrol

Observation.component.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.component.code.coding.code

31509003

Observation.component.code.coding.display

Controlled

Observation.component.valueBoolean

(Tipe data boolean)

c. Dislipidemia

Observation.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category.coding.code

survey

Observation.category.coding.display

Survey

Observation.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.code.coding.code

370992007

Observation.code.coding.display

Dyslipidemia

Observation.valueBoolean

(Tipe data boolean)

Jika Ya,

1) Mendapat Obat

Observation.component.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.component.code.coding.code

715047008

Observation.component.code.coding.display

Does obtain medication

Observation.component.valueBoolean

(Tipe data boolean)

2) Intensitas Obat Statin

Observation.component.code.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.component.code.coding.code

OC000180

Observation.component.code.coding.display

Intensitas Obat Statin

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.code

OV000407

OV000408

OV000409

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.display

Statin Intensitas Tinggi

Statin Intensitas Sedang

Statin Intensitas Rendah

d. Merokok

Observation.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category.coding.code

social-history

Observation.category.coding.display

Social History

Observation.code.coding.system

http://loinc.org

Observation.code.coding.code

72166-2

Observation.code.coding.display

Tobacco smoking status

Observation.valueCodeableConcept.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.code

77176002

8517006

8392000

261665006

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.display

Smoker

Ex-smoker

Non-smoker

Unknown

Pilihan jawaban yang divisualisasikan

Perokok aktif

Mantan perokok

Tidak Merokok

Tidak diketahui

5. Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Fisik

Setelah sesi anamnesis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, meliputi:

  1. Tingkat Kesadaran

  2. Tanda Tanda Vital (Denyut Jantung/ Nadi, Pernapasan, Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, dan Suhu)

  3. Antropometri (Tinggi Badan/ TB dan Berat Badan/ BB)

  4. Pemeriksaan Head to Toe

Data hasil pemeriksaan fisik dapat dikirimkan melalui resource Observation. Pemetaan nilai serta pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Fisik dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

6. Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Psikologis

Setelah pemeriksaan fisik, selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan psikologis. Data hasil pemeriksaan psikologis dapat dikirimkan melalui resource Observation. Pemetaan nilai serta pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Psikologis dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

7. Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang

Pengiriman Data terkait Pemeriksaan Penunjang baik Laboratorium dan Radiologi mulai dari skema pemeriksaan, permintaan pemeriksaan penunjang melalui ServiceRequest, pengiriman spesimen untuk Laboratorium melalui Specimen, data citra DICOM untuk Radiologi melalui ImagingStudy, data hasil pemeriksaan penunjang melalui Observation, dan data laporan pemeriksaan penunjang melalui DiagnosticReport dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT. Adapun untuk pemetaan variabel dan terminologi spesifik difokuskan pada resource Observation, tetapi untuk resource lainnya mulai dari ServiceRequest, Specimen, sampai DiagnosticReport tetap dikirimkan sebagaimana skema.

Pengiriman data pemeriksaan penunjang laboratorium dapat menyesuaikan skema pemeriksaan penunjang laboratorium tunggal maupun pemeriksaan penunjang laboratorium panel/paket. Skema pengiriman pemeriksaan penunjang baik laboratorium dan radiologi dapat diakses pada Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT pada Bab terkait “Skema Pengiriman Data Terkait Pemeriksaan Penunjang Laboratorium” dan “Alur Pengiriman Data Pemeriksaan Radiologi ke SATUSEHAT”.

Penentuan Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan untuk merepresentasikan jenis pemeriksaan yang diminta. Referensi pemetaan pemeriksaan laboratorium dan radiologi dengan kode LOINC dapat dilihat melalui link berikut https://dto.kemkes.go.id/terminology/loinc. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Permintaan” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Laboratorium, Terminologi Radiologi, dan Lainnya ketika mengirimkan data.

Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Pada Modul Jantung, fokus pemeriksaan penunjang laboratorium sebagai berikut:

Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang Laboratorium di Rawat Jalan untuk FKTP dan FKTL:

  1. Gula Darah Puasa

  2. Gula Darah 2 Jam PP

  3. HbA1c

  4. Profil Lipid

    1. Kolesterol Total

    2. LDL

    3. HDL

    4. Trigliserida

  5. Fungsi Ginjal

    1. Urinalisis - Proteinuria

    2. Rasio Albumin: Kreatinin Urin

    3. Ureum

    4. Kreatinin

Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang Laboratorium di IGD/Ranap untuk FKRTL:

  1. Darah Rutin

    1. Hemoglobin

    2. Hematokrit

    3. Leukosit

  2. Profil Lipid

    1. Kolesterol Total

    2. LDL

    3. HDL

    4. Trigliserida

  3. Fungsi Ginjal

    1. Ureum

    2. Kreatinin

    3. Creatinine Clearance Test (CCT)

  4. Biomarker Jantung

    1. CKMB

    2. Troponin I

    3. Troponin T

    4. Hs-Troponin T

  5. Elektrolit

    1. Natrium

    2. Kalium

  6. Lain-lain

    1. Gula Darah Sewaktu

    2. Asam Urat

Adanya pemeriksaan laboratorium yang sama antara di FKTP dan FKRTL baik di Rawat Jalan, IGD maupun Ranap sehingga pemeriksaan penunjang laboratorium pada Modul Jantung secara keseluruhan sebagai berikut:

  1. Gula Darah Sewaktu

  2. Gula Darah Puasa

  3. Gula Darah 2 Jam PP

  4. HbA1c

  5. Asam Urat

  6. Profil Lipid

    1. Kolesterol Total

    2. LDL

    3. HDL

    4. Trigliserida

  7. Fungsi Ginjal

    1. Urinalisis - Proteinuria

    2. Rasio Albumin: Kreatinin Urin

    3. Ureum

    4. Kreatinin

    5. Creatinine Clearance Test (CCT)

  8. Darah Rutin

    1. Hemoglobin

    2. Hematokrit

    3. Leukosit

  9. Biomarker Jantung

    1. CKMB

    2. Troponin I

    3. Troponin T

    4. Hs-Troponin T

  10. Elektrolit

    1. Natrium

    2. Kalium

Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang Radiologi

Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang Radiologi di Poli untuk FKTL meliputi:

  1. Rontgen Thorax

  2. CT

    1. CT Calcium Score

    2. CT Angiografi Koroner

  3. Non Invasive Stress Test

    1. Uji Latih Jantung EKG

    2. Uji Latih Jantung Ekokardiografi

    3. Uji Latih Jantung SPECT

    4. Dobutamine Stress Ekokardiografi

    5. Dobutamine Stress MRI

    6. Vasodilator Stress Ekokardiografi

    7. Vasodilator Stress SPECT

    8. Vasodilator Stress MRI

    9. Vasodilator Stress PET

8. Pengiriman Data Diagnosis

Data diagnosis dari pasien yang bersangkutan akan dipetakan dengan menggunakan standar FHIR DomainResource dengan tipe Condition. Pemetaan nilai resource Condition, tipe mandatoris, deskripsi, dan format pengisian dari setiap elemen data/path dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT. Catatan: Khusus untuk diagnosis Hipertensi (I10), terdapat elemen/path yang perlu ditambahkan terkait derajat hipertensi, yaitu:

Tabel 5. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource Condition

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Derajat Hipertensi

Condition.stage.type.coding.system

http://snomed.info/sct

Condition.stage.type.coding.code

268607006

Condition.stage.type.coding.display

Hypertension risk level

Condition.stage.summary.coding.system

http://snomed.info/sct

http://snomed.info/sct

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

http://snomed.info/sct

Condition.stage.summary.coding.code

827069000

827068008

OI000042

56218007

Condition.stage.summary.coding.code

Stage 1 hypertension

Stage 2 hypertension

Hipertensi derajat 3

Systolic hypertension

Condition.stage.summary.coding.display

Stage 1 hypertension

Stage 2 hypertension

Hipertensi derajat 3

Systolic hypertension

Pilihan jawaban yang divisualisasikan

Hipertensi derajat 1

Hipertensi derajat 2

Hipertensi derajat 3

Hipertensi sistolik terisolasi

Pada pasien yang mengalami Hipertensi terdapat data yang perlu dikirimkan yaitu terkait Target Organ Damage Hipertensi yang dilakukan melalui resource Observation. Pemetaan nilai resource Observation dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT. Berikut pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Observation untuk pengiriman data Target Organ Damage Hipertensi.

Tabel 6. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Target Organ Damage Hipertensi

Observation.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category.coding.code

survey

Observation.category.coding.display

Survey

Observation.code.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.code.coding.code

OC000179

Observation.code.coding.display

Target Organ Damage Hipertensi

Observation.valueCodeableConcept.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.valueCodeableConcept.coding.code

55827005

84114007

84114007

49436004

Observation.valueCodeableConcept.coding.display

Left ventricular hypertrophy

Heart failure

Ischemic heart disease

Atrial fibrillation

9. Pengiriman Data Tindakan/Prosedur Medis

Data terkait Tindakan/Prosedur Medis Terapetik dikirimkan menggunakan resource Procedure. Pemetaan nilai serta pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Pengiriman Data Tindakan/Prosedur Medis dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

Selain Tindakan, pada pasien yang mengalami Penyakit Jantung Iskemik - Serangan Jantung terdapat data yang perlu dikirimkan yaitu terkait GRACE Score dan Killip Class yang dilakukan melalui resource Observation. Pemetaan nilai resource Observation dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT. Berikut pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Observation untuk pengiriman data Grace Score dan Killip Class.

Tabel 7. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. GRACE Score

Observation.category.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.category.coding.code

exam

Observation.category.coding.display

Exam

Observation.code.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.code.coding.code

OC000169

Observation.code.coding.display

GRACE Score

Observation.valueQuantity.system

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity.unit

{score}

Observation.valueQuantity.value

(Tipe data decimal)

Observation.valueQuantity.code

{score}

Observation.interpretation.coding.system

http://snomed.info/sct

Observation.interpretation.coding.code

723505004

25594002

723509005

Observation.interpretation.coding.display

Low risk

Moderate risk of

High risk

Pilihan jawaban yang divisualisasikan

Risiko Rendah (<109)

Risiko Sedang (109-140)

Risiko Tinggi (>140)

2. Killip Class

Observation.category.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.category.coding.code

exam

Observation.category.coding.display

Exam

Observation.code.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.code.coding.code

OC000168

Observation.code.coding.display

Klasifikasi Killip

Observation.valueCodeableConcept.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

http://snomed.info/sct

http://snomed.info/sct

http://snomed.info/sct

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.valueCodeableConcept.coding.code

OV000373

85232009

40541001

89138009

OV000374

Observation.valueCodeableConcept.coding.display

Tidak ada tanda klinis gagal jantung

Left heart failure

Acute pulmonary edema

Cardiogenic shock

Tidak dapat diaplikasikan / tidak tersedia

Pilihan jawaban yang divisualisasikan

I no clinical signs of HF

II Left Heart Failure (LHF)

III Acute Pulmonary Oedema (APO)

IV Cardiogenic Shock

Tidak dapat diaplikasikan / tidak tersedia

Pada pasien yang mengalami Penyakit Jantung Rematik terdapat data yang perlu dikirimkan yaitu terkait Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Rematik yang dilakukan melalui resource Observation. Pemetaan nilai resource Observation dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik Modul Rawat Jalan, IGD, maupun Rawat Inap di SATUSEHAT. Berikut pemetaan variabel dan terminologi spesifik terkait Observation untuk pengiriman data Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Rematik.

Tabel 8. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Rematik

Observation.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category.coding.code

survey

Observation.category.coding.display

Survey

Observation.code.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.code.coding.code

OC000176

Observation.code.coding.code

Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Rematik

Observation.valueCodeableConcept.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.valueCodeableConcept.coding.code

OV000404

OV000405

OV000406

Observation.valueCodeableConcept.coding.display

Tidak sama sekali

Iya dan tidak teratur

Iya dan teratur

Jika Ya, pilih jenis obat yang digunakan Pasien untuk Pencegahan Sekunder PJR

Observation.component.code.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.component.code.coding.code

OC000178

Observation.component.code.coding.display

Jenis Obat Pencegahan Sekunder PJR

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.system

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.code

OV000401

OV000402

OV000403

Observation.component.valueCodeableConcept.coding.display

Benzatin Penicillin G (BPG) intramuskular

Penicillin oral

Erythromycin oral

10. Pengiriman Data Tatalaksana

Data terkait Tatalaksana meliputi Edukasi dan Obat.

Pemetaan nilai, pemetaan variabel dan terminologi spesifik, serta skema terkait pengiriman data dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik modul Resume Medis - Rawat Jalan, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

11. Pengiriman Data Prognosis

Pengiriman data prognosis dapat dilakukan dengan resource ClinicalImpression.

Pemetaan nilai, pemetaan variabel dan terminologi spesifik, serta skema terkait pengiriman data dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik modul Resume Medis - Rawat Jalan, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

12. Pengiriman Data Rencana Tindak Lanjut dan Sarana Transportasi untuk Rujuk

Data rencana tindak lanjut dan transportasi untuk rujuk menunjukkan rencana perawatan selanjutnya yang akan diterima oleh pasien setelah pulang dengan menggunakan resource ServiceRequest.

Pemetaan nilai, pemetaan variabel dan terminologi spesifik, serta skema terkait pengiriman data dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik modul Resume Medis - Rawat Jalan, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

13. Pengiriman Data Instruksi untuk Tindak Lanjut

Pengiriman data instruksi untuk tindak lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan resource ServiceRequest.

Pemetaan nilai, pemetaan variabel dan terminologi spesifik, serta skema terkait pengiriman data dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik modul Resume Medis - Rawat Jalan, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

14. Pengiriman Data Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Data kondisi saat meninggalkan rumah sakit menunjukkan keadaan pasien saat meninggalkan rumah sakit dan dilakukan dengan resource Encounter dan Condition.

Pemetaan nilai, pemetaan variabel dan terminologi spesifik, serta skema terkait pengiriman data dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik modul Resume Medis - Rawat Jalan, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

15. Pengiriman Data Cara Keluar dari Rumah Sakit

Data rencana cara keluar dari rumah sakit dikirimkan menggunakan resource Encounter.

Pemetaan nilai, pemetaan variabel dan terminologi spesifik, serta skema terkait pengiriman data dapat merujuk ke modul pelayanan yang terkait, baik modul Resume Medis - Rawat Jalan, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun Rawat Inap di SATUSEHAT.

16. Pembaharuan Data Kunjungan

Setelah pasien selesai melakukan kunjungan ke fasyankes, maka perlu dilakukan pembaharuan data kunjungan dengan menambahkan informasi seperti diagnosis primer, diagnosa sekunder, periode kunjungan selesai, Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit, dan Rencana Tindak Lanjut, Cara Keluar dari Rumah Sakit, atau informasi lainnya yang belum tersedia di awal kunjungan dengan metode PUT. Pastikan dalam payload yang akan dilakukan pembaharuan, dimasukkan elemen Encounter.id yang berisi ID balikan dari SATUSEHAT setelah pengiriman data kunjungan di awal.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path dapat dilihat dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari pembaharuan data kunjungan dapat dilihat dalam Postman Collection.

17. Menutup Episode Perawatan Jantung

Episode perawatan jantung yang didaftarkan saat pertama kali pasien didiagnosis terkait dengan jantung perlu ditutup untuk menandai berakhirnya periode perawatan jantung. Informasi terkait penutupan episode perawatan jantung ini berkaitan dengan memperbarui nilai pada resource EpisodeOfCare.status dan EpisodeOfCare.statusHistory[].status menjadi *finished* serta mengisikan nilai pada EpisodeOfCare.periode.end dan EpisodeOfCare.statusHistory[].periode.end diisikan dengan nilai waktu berakhirnya perawatan jantung dengan metode PATCH.

Berakhirnya perawatan jantung terjadi ketika pasien yang mendapatkan perawatan jantung dinyatakan meninggal.