Postnatal Care (PNC)

Riwayat Perubahan

Details
Tabel 1. Riwayat Perubahanan Postnatal Care (PNC)
VersiTanggal PembaruanDeskripsi PerubahanPenanggung Jawab

v3.2

5 Maret 2024

  • Penambahan narasi penggunaan modul dan sumber rujukan data variabel pada BAB C. INTEGRASI

  • Penambahan bab terkait Anamesis

  • Penambahan narasi Modul PNC di Bab C

Raden Nurilma Hidayatullah

v3.1

20 Februari 2024

Penambahan variabel Warna Lokhia

Raden Nurilma Hidayatullah

v3.0

1 Februari 2024

* Penambahan variabel prognosis * Penyesuaian pemetaan variabel dan pemetaan nilai Prognosis, Rencana Tindak Lanjut, Instruksi untuk Tindak Lanjut, Sarana Transportasi untuk Rujuk, Kondisi Saat Meninggalkan RS, dan Cara Keluar dari RS

Raden Nurilma Hidayatullah

v2.1

29 Januari 2024

Penambahan deskripsi EpisodeOfCare

Raden Nurilma Hidayatullah

v2.0

21 November 2023

Penambahan Pemeriksaan Penunjang Laboratorium ServiceRequest, Specimen, Observation, dan DiagnosticReport.

Raden Nurilma Hidayatullah

v1.0

13 Maret 2023

Rilis dokumen awal.

Kathy Salsabila

ORIENTASI (ONBOARDING/PRE-USECASE)

Sebelum melakukan pengiriman data terkait pendaftaran pasien dan diagnosis, terdapat 4 langkah yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Autentikasi ke SATUSEHAT,

  2. Registrasi Struktur Organisasi,

  3. Registrasi Struktur Lokasi,

  4. Menyimpan Nomor IHS untuk Tenaga Kesehatan.

Autentikasi

Informasi autentikasi atau pertukaran/transaksi data akan dibahas lebih lanjut pada Autentikasi

Registrasi Struktur Organisasi

Berikut ini adalah struktur organisasi dari postnatal care (PNC).

Registrasi Struktur Organisasi
Gambar 1. Registrasi Struktur Organisasi

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Organization (data suborganisasi), dapat dilihat dalam resource Organization. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Organization dapat dilihat dalam Postman Collection.

Registrasi Struktur Lokasi

Berikut ini adalah struktur lokasi dari postnatal care (PNC).

Registrasi Struktur Lokasi
Gambar 2. Registrasi Struktur Lokasi

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Location (data sublokasi), dapat dilihat dalam resource Location. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Location dapat dilihat dalam Postman Collection.

Nomor IHS untuk Tenaga Kesehatan

Informasi terkait pemetaan nilai, penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Practitioner (data nomor IHS Tenaga Kesehatan), dapat dilihat dalam resource Practitioner. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Practitioner dapat dilihat dalam Postman Collection.

INTEGRASI

Postnatal Care (PNC) atau Pelayanan Kesehatan Masa Sesudah Melahirkan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang ditujukan pada ibu selama masa nifas dan pelayanan yang mendukung bayi yang dilahirkannya sampai berusia 2 (dua) tahun[1].

Playbook use case PNC dibuat sebagai panduan teknis untuk fasilitas pelayanan kesehatan atau pengembang rekam medis elektronik lainnya dalam melakukan proses integrasi dan interoperabilitas di dalam SATUSEHAT Platform, khususnya informasi terkait kesehatan ibu di masa nifas. Playbook ini menjelaskan secara detail mengenai standar tahapan alur integrasi dan format pengiriman data, mulai dari:

  1. Pendaftaran Pasien

  2. Pendaftaran Kunjungan

  3. Memulai Episode Nifas

  4. Pengiriman Data Persalinan dan Status Obstetri

  5. Pengiriman Data Pelayanan Nifas

  6. Pengiriman Data Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

  7. Pengiriman Data Diagnosis

  8. Pengiriman Data Tindakan/Prosedur Medis

  9. Pengiriman Data Farmasi (Alergi Obat, Peresepan Obat, Pengkajian Resep, dan Pengeluaran Obat)

  10. Pengiriman Data Prognosis

  11. Pengiriman Data Rencana Tindak Lanjut dan Sarana Transportasi untuk Rujuk

  12. Pengiriman Data Instruksi Tindak Lanjut

  13. Pengiriman Data Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

  14. Pengiriman Data Cara Keluar dari Rumah Sakit

  15. Pembaruan Data Kunjungan

  16. Menutup Episode Nifas

Resource FHIR yang digunakan pada use case ini yaitu :

  1. AllergyIntolerance

  2. ClinicalImpression

  3. Condition

  4. DiagnosticReport

  5. Encounter

  6. EpisodeOfCare

  7. Medication

  8. MedicationDispense

  9. MedicationRequest

  10. Observation

  11. Patient

  12. Procedure

  13. QuestionnaireResponse

  14. ServiceRequest

  15. Specimen

Tahapan alur integrasi dan resource yang digunakan untuk modul Postnatal Care (PNC) dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Postnatal Care
Gambar 3. Alur Integrasi Modul Postnatal Care (PNC)

Pelaporan terkait Data atau variabel PNC melalui SATUSEHAT disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual.

Data atau variabel PNC yang dapat dipertukarkan dalam SATUSEHAT sebagai berikut:

Tabel 2. Informasi Variabel
NoVariabelResource FHIRPath FHIR

1

Identitas Umum Pasien

a

Nomor SATUSEHAT Pasien

Patient

Patient.identifier[i].use

Patient.identifier[i].system

Patient.identifier[i].value

b

Nama Lengkap

Patient

Patient.name[i].text

c

Umur

Patient

Patient.identifier[i].use

Patient.identifier[i].system

Patient.identifier[i].value

2

Pendaftaran Kunjungan

a

Kunjungan PNC

EpisodeOfCare

EpisodeOfCare.type

b

Tanggal Persalinan

Procedure

Procedure.code

Procedure.performedPeriod.start

c

Tanggal Kunjungan

Encounter

Encounter.period

d

Kunjungan PNC (KF)

Encounter

Encounter.identifier

e

Gravida

Observation

Observation.code.coding

Observation.valueInteger

f

Partus

Observation

Observation.code.coding

Observation.valueInteger

g

Abortus

Observation

Observation.code.coding

Observation.valueInteger

3

Pelayanan Nifas

a

Tekanan Darah Sistolik

Observation

Observation.code.coding

Observation.category.coding

Observation.valueQuantity.code

Observation.valueQuantity.value

b

Tekanan Darah Diastolik

Observation

Observation.code.coding

Observation.category.coding

Observation.valueQuantity.code

Observation.valueQuantity.value

c

Nadi

Observation

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity.code

Observation.valueQuantity.value

d

Suhu

Observation

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity.code

Observation.valueQuantity.value

e

Pernapasan

Observation

Observation.code.coding

Observation.valueQuantity.code

Observation.valueQuantity.value

f

Pendarahan Pervaginam

Condition

Condition.code

Condition.category

Observation.valueBoolean

g

Jumlah Pendarahan

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueQuantity.code

h

Kondisi Perineum

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueBoolean

i

Tanda Infeksi Perineum

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueBoolean

j

Tanda Infeksi Luka Jahitan Sectio Caesaria

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueBoolean

k

Kondisi Payudara

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueCodeableConcept

l

Kontraksi Uteri

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueBoolean

m

Warna Lokhia

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueCodeableConcept

n

Bau Lokhia

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueBoolean

o

Produksi ASI

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueCodeableConcept

p

Buang Air Kecil

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueBoolean

q

Buang Air Besar

Observation

Observation.code

Observation.category

Observation.valueBoolean

r

Konseling

Procedure

Procedure.code

Procedure.status

4

Laboratorium

a

Permintaan Pemeriksaan Laboratorium

ServiceRequest

ServiceRequest.code

b

Spesimen

Spesimen

Spesimen.type.coding.code

c

Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Observation

Observation.code

d

Data Laporan Hasil Pemeriksaan

DiagnosticReport

DiagnosticReport.code

5

Diagnosis

a

Jenis Penyakit

Condition

Condition.code

b

Jenis Diagnosa Primer

Encounter

Encounter.diagnosis.condition

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

Condition

Condition.code

Condition.category

c

Jenis Diagnosa Sekunder

Encounter

Encounter.diagnosis.condition

Encounter.diagnosis.use

Encounter.diagnosis.rank

Condition

Condition.code

Condition.category

d

Keterangan

Condition

Condition.note

6

Tindakan

a

Jenis Tindakan

Procedure

Procedure.code

7

Obat

a

Apakah ada alergi?

AllergyIntolerance

AllergyIntolerance.clinicalStatus

b

Jenis Obat

AllergyIntolerance

AllergyIntolerance.code

AllergyIntolerance.category

c

Peresepan Obat

MedicationRequest

MedicationRequest.medicationReference.code

MedicationRequest.medicationReference.form

MedicationRequest.dispenseRequest.quantity

MedicationRequest.dosageInstruction.route

MedicationRequest.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.value

MedicationRequest.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.unit

MedicationRequest.dosageInstruction.timing

MedicationRequest.dosageInstruction.additionalInstruction.coding

d

Pengeluaran Obat

MedicationDispense

MedicationDispense.medicationReference

MedicationDispense.quantity

MedicationDispense.dosageInstruction.route

MedicationDispense.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.value

MedicationDispense.dosageInstruction.doseAndRate.doseQuantity.unit

MedicationDispense.dosageInstruction.timing

MedicationDispense.dosageInstruction.additionalInstruction.coding.code

8

Prognosis

a

Prognosis

ClinicalImpression

ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept.coding

9

Rencana Tindak Lanjut

a

Rencana Tindak Lanjut

ServiceRequest

ServiceRequest.code.coding

10

Instruksi untuk Tindak Lanjut

a

Kontrol ke

ServiceRequest

ServiceRequest.performer.organization

ServiceRequest.performer.locationReference

ServiceRequest.performer.locationCode

b

Tanggal

ServiceRequest.occurenceDateTime

c

Dalam Keadaan Darurat dapat Menghubungi

ServiceRequest.patientInstruction

11

Sarana Transportasi Untuk Rujuk

a

Sarana Transportasi Untuk Rujuk

ServiceRequest

ServiceRequest.locationCode

12

Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

a

Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Condition

Condition.code.coding

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition

13

Cara Keluar dari Rumah Sakit

a

Cara Keluar dari Rumah Sakit

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition

1. Pendaftaran Pasien

Apabila melakukan pengiriman data kesehatan melalui SATUSEHAT yang memiliki elemen data terkait pasien, maka diperlukan informasi {patient-ihs-number} dari pasien yang bersangkutan. {patient-ihs-number} seorang pasien didapatkan dari Master Patient Index (MPI) Kementerian Kesehatan. MPI menyimpan data-data demografi pasien berskala nasional, mulai dari nama, tanggal lahir, alamat, identitas resmi yang diterbitkan pemerintah, dan lain lain. Setelah mendapatkan {patient-ihs-number}, ID dapat disimpan secara di masing-masing sistem internal Fasyankes maupun partner non-Fasyankes. {patient-ihs-number} akan mempermudah pelaporan pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan pasien, karena partner tidak diwajibkan menyertakan data diri setiap ada pengiriman data {patient-ihs-number} juga dapat digunakan untuk melihat data diri pasien secara menyeluruh.

Proses pencarian {patient-ihs-number} dari pasien dapat dilakukan melalui FHIR API dengan metode GET. Untuk metode pencarian data pasien di SATUSEHAT secara detail dapat dilihat dalam resource Patient dan terkait panduan/playbook MPI dapat dilihat dalam dokumen Master Patient Index.

2. Pendaftaran Kunjungan Pasien

Kunjungan pasien dapat didefinisikan sebagai interaksi pasien terhadap suatu layanan Fasyankes. Sebagai contoh, dalam satu rangkaian rawat jalan, seluruh rangkaian dapat didefinisikan sebagai satu “Encounter”. Data-data kunjungan pasien yang direkam meliputi kapan pertemuan tersebut mulai dan selesai, siapa tenaga kesehatan yang melayani, siapa subjek dari pelayanannya, dan informasi pendukung lainnya.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Encounter yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data kunjungan:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter, dan contoh pengiriman data atau payload dari pendaftaran kunjungan pasien dapat dilihat dalam Postman Collection.

3. Memulai Episode Nifas saat Kunjungan Pertama Kali PNC

Saat pasien berkunjung untuk mendapatkan pelayanan PNC yang pertama kali, maka data resource EpisodeOfCare harus dikirimkan. Pembuatan resource EpisodeOfCare cukup dikirimkan satu kali saja saat pertama kali melakukan kunjungan PNC. Respons balikan dari SATUSEHAT berupa UUID kemudian digunakan untuk menandai data Encounter.episodeOfCare selama kunjungan PNC.

Pada kunjungan PNC yang berikutnya tidak perlu membuat EpisodeOfCare yang baru, UUID EpisodeOfCare yang pertama kali dibuat dapat dicari dengan metode GET menggunakan parameter pencarian dengan patient IHS Number Patient, type EpisodeOfCare “PNC”, dan status “active” untuk mendapatkan UUID EpisodeOfCare yang kemudian digunakan untuk menandai data Encounter.episodeOfCare pada kunjungan tersebut dan kunjungan-kunjungan PNC yang berikutnya. Selain ketiga parameter pencarian tersebut, parameter organization IHS Number Organization juga dapat digunakan apabila hanya ingin melihat EpisodeOfCare di faskes yang dikunjungi. Namun, apabila ingin melihat seluruh EpisodeOfCare yang sedang dijalani oleh pasien maka tidak perlu menambahkan parameter organization.

Contoh pencarian UUID EpisodeOfCare dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk EpisodeOfCare yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam data episode nifas saat pelayanan PNC melalui resource EpisodeOfCare dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3. Terminologi
Pemetaan Variabel Resource EpisodeOfCare

Elemen/ FHIR Path

Terminologi/Format Pengisian

Data Kunjungan Nifas

Kunjungan PNC

EpisodeOfCare.type.coding.system

https://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/episodeofcare-type

EpisodeOfCare.type.coding.code

PNC

EpisodeOfCare.type.coding.display

Postnatal Care

4. Pengiriman Data Persalinan dan Status Obstetri

Data persalinan dan status obstetri terdiri dari data Tanggal Persalinan, Gravida, Partus, dan Abortus yang dapat dikirimkan menggunakan resource Observation.

Daftar Variabel dan Terminologi Spesifik Data Persalinan dan Status Obstetri

Daftar variabel dan terminologi yang digunakan dalam pengiriman data tanggal persalinan dan status obstetri melalui resource Observation adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Terminologi
Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Tanggal Persalinan

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

93857-1

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Date and time of obstetric delivery

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

survey

Observation.category[0].coding[0].code[0]

Survey

Observation.valueDateTime[0]

(Tipe data dateTime)

Gravida

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

11996-6

Observation.code[0].coding[0].display[0]

[#] Pregnancies

Observation.valueInteger[0]

(Tipe data Integer)

Partus

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

11977-6

Observation.code[0].coding[0].display[0]

[#] Parity

Observation.valueInteger[0]

(Tipe data Integer)

Abortus

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

69043-8

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Other pregnancy outcomes #

Observation.valueInteger[0]

(Tipe data Integer)

5. Pengiriman Data Pelayanan Nifas

Pemeriksaan Ibu

Data terkait Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik, Nadi, Suhu, Pernapasan, Jumlah Perdarahan, Kondisi Perineum, Tanda Infeksi Perineum, Tanda Infeksi Luka Jahitan Sectio Caesaria, Kondisi Payudara, Kontraksi Uteri, Warna Lokhia, Bau Lokhia, Produksi ASI, Buang Air Kecil, dan Buang Air Besar dapat dikirimkan melalui resource Observation. Sementara, data terkait Perdarahan Pervaginam dikirimkan melalui resource Condition dan data terkait Konseling dikirimkan melalui resource Procedure. Format pengiriman data dari resource Observation secara lengkap dapat dilihat dalam sub bab 4. Pengiriman Data Persalinan dan Status Obstetri.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Condition yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data diagnosis pasien:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Condition, dan contoh pengiriman data atau payload dari data diagnosis dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Procedure yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Procedure, dan contoh pengiriman data atau payload dari data tindakan/prosedur medis dapat dilihat dalam Postman Collection.

Daftar Variabel dan Terminologi Data Pelayanan Nifas

Daftar variabel dan terminologi yang digunakan dalam pengiriman data pelayanan nifas melalui resource Observation dan Procedure adalah sebagai berikut:

Tabel 5. Terminologi
Resource Observation

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Tekanan Darah Sistolik

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

vital-signs

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Vital Signs

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

8480-6

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Systolic blood pressure

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://fhir.org/guides/who/anc-cds/CodeSystem/anc-custom-codes

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Systolic blood pressure

Observation.valueQuantity[0].value[0]

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity[0].unit[0]

mm[Hg]

Observation.valueQuantity[0].system[0]

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity[0].code[0]

mm[Hg]

2. Tekanan Darah Diastolik

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

vital-signs

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Vital Signs

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

8462-4

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Diastolic blood pressure

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://fhir.org/guides/who/anc-cds/CodeSystem/anc-custom-codes

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Diastolic blood pressure

Observation.valueQuantity[0].value[0]

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity[0].unit[0]

mm[Hg]

Observation.valueQuantity[0].system[0]

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity[0].code[0]

mm[Hg]

3. Nadi

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

vital-signs

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Vital Signs

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

8867-4

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Heart rate

Observation.valueQuantity[0].value[0]

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity[0].unit[0]

beats/minute

Observation.valueQuantity[0].system[0]

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity[0].code[0]

/min

4. Suhu

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

vital-signs

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Vital Signs

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

8310-5

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Body temperature

Observation.valueQuantity[0].value[0]

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity[0].unit[0]

C

Observation.valueQuantity[0].system[0]

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity[0].code[0]

Cel

5. Pernapasan

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

vital-signs

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Vital Signs

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

9279-1

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Respiratory rate

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Pernapasan

Observation.valueQuantity[0].value[0]

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity[0].unit[0]

breaths/min

Observation.valueQuantity[0].system[0]

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity[0].code[0]

/min

6. Perdarahan Pervaginam

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

problem-list-item

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Problem List Item

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.code[0].coding[0].code[0]

289530006

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Vaginal bleeding

7. Jumlah Pendarahan

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

81661-1

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Blood Loss [Volume] Measured

Observation.valueQuantity[0].value[0]

(Tipe data Decimal)

Observation.valueQuantity[0].unit[0]

mL

Observation.valueQuantity[0].system[0]

http://unitsofmeasure.org

Observation.valueQuantity[0].code[0]

mL

8. Kondisi Perineum

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.code[0].coding[0].code[0]

364297003

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Female perineum observable

Observation.valueString

(Tipe data String)

9. Tanda Infeksi Perineum

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.code[0].coding[0].code[0]

OC000020

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Tanda Infeksi Perineum

Observation.valueBoolean

(Tipe data Boolean)

10. Tanda Infeksi Luka Jahitan Sectio Caesaria

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.code[0].coding[0].code[0]

OC000025

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Tanda Infeksi Luka Jahitan Sectio Caesaria

Observation.valueBoolean

(Tipe data Boolean)

11. Kondisi Payudara

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://loinc.org

Observation.code[0].coding[0].code[0]

32422-8

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Physical findings of breast

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].code[0]

300885006

290070001

54302000

53430007

290084006

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].display[0]

Swelling of breast

Red breast

Discharge from nipple

Pain of breast

Breast normal

12. Kontraksi Uteri

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.code[0].coding[0].code[0]

289700000

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Uterine contractions present

Observation.valueBoolean

(Tipe data Boolean)

13. Warna Lokhia

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.code[0].coding[0].code[0]

249214003

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Color of lochia

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].system[0]

278072004

449828001

449827006

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].display[0]

Lochia rubra

Lochia serosa

Lochia alba

Jawaban yang Divisualisasikan

Merah

Kecokelatan

Kuning

14. Bau Lokhia

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

exam

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Exam

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.code[0].coding[0].code[0]

249215002

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Odor of lochia

Observation.valueBoolean

(Tipe data Boolean)

15. Produksi ASI

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

survey

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Survey

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.code[0].coding[0].code[0]

OC000017

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Produksi ASI

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].system[0]

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/clinical-term

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].code[0]

OV000016

OV000017

OV000018

Observation.valueCodeableConcept[0].coding[0].display[0]

Produksi ASI ada

Produksi ASI ada tapi sedikit

Produksi ASI tidak ada

16. Buang Air Kecil

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

survey

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Survey

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.code[0].coding[0].code[0]

102834005

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Normal micturition

Observation.valueBoolean

(Tipe data Boolean)

17. Buang Air Besar

Observation.category[0].coding[0].system[0]

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/observation-category

Observation.category[0].coding[0].code[0]

survey

Observation.category[0].coding[0].display[0]

Survey

Observation.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Observation.code[0].coding[0].code[0]

300375001

Observation.code[0].coding[0].display[0]

Able to defecate

Observation.valueBoolean

(Tipe data Boolean)

18. Konseling Perawatan Bayi Baru Lahir

Procedure.code[0].coding[0].system[0]

http://snomed.info/sct

Procedure.code[0].coding[0].code[0]

408988007

Procedure.code[0].coding[0].display[0]

Newborn care education

Procedure.status

completed

not-done

6. Pemeriksaan Penunjang

Data pemeriksaan penunjang mencakup pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi yang dilakukan terhadap seorang pasien.

Skema Pengiriman Data Terkait Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Pengiriman data terkait pemeriksaan penunjang memiliki 2 skema, yaitu:

  1. Pemeriksaan Penunjang Tunggal

    1. Data yang perlu dikirimkan, yaitu:

      1. 1 data permintaan (ServiceRequest)

      2. 1 data spesimen (Specimen)

      3. 1 data hasil pemeriksaan (Observation)

      4. 1 data laporan pemeriksaan (DiagnosticReport) Data permintaan (ServiceRequest), data spesimen (Specimen), dan data hasil pemeriksaan (Observation) akan di referensi dalam data laporan pemeriksaan (DiagnosticReport)

Pemeriksaan Penunjang Tunggal
Gambar 4. Skema Pemeriksaan Penunjang Tunggal
  1. Pemeriksaan Penunjang Panel/Paket

    1. Contoh kasus: Seorang dokter melakukan permintaan pemeriksaan panel elektrolit darah yang terdiri dari 3 parameter yaitu natrium, kalium, dan klorida darah. Maka, data yang perlu dikirimkan yaitu:

      1. 1 data permintaan (ServiceRequest) dengan kode LOINC untuk panel elektrolit darah

      2. 1 data spesimen (Specimen)

      3. 3 data hasil pemeriksaan (Observation) terdiri dari kode LOINC untuk natrium darah, kalium darah, klorida darah

      4. 1 data laporan pemeriksaan (DiagnosticReport) dengan kode LOINC untuk panel elektrolit darah. 3 data hasil pemeriksaan (Observation) akan di referensi dalam data DiagnosticReport.

Pemeriksaan Penunjang Panel
Gambar 5. Skema Pemeriksaan Penunjang Panel

Pengiriman Data Permintaan Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Sebelum melakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, diperlukan langkah permintaan pemeriksaan penunjang. Pengiriman data terkait permintaan pemeriksaan penunjang dapat dilakukan menggunakan resource ServiceRequest. Data permintaan pemeriksaan penunjang laboratorium yang dapat dikirimkan antara lain nama pemeriksaan, pasien terkait, kunjungan terkait, tanggal permintaan akan dilakukan, tanggal permintaan dibuat, dan tenaga kesehatan yang melakukan permintaan.

Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen ServiceRequest.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang diminta. Referensi pemetaan pemeriksaan laboratorium dengan kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Permintaan” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Laboratorium ketika mengirimkan data melalui resource ServiceRequest.

Satu payload atau satu record dari resource ServiceRequest hanya dapat digunakan untuk 1 kode/permintaan parameter laboratorium. Sehingga, apabila dilakukan permintaan 2 parameter laboratorium, sebagai contoh panel elektrolit dan hemoglobin, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode panel elektrolit dan 1 payload berisi kode parameter hemoglobin.

Berikut pemetaan nilai untuk ServiceRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ServiceRequest dan contoh pengiriman data atau payload dari data permintaan pemeriksaan penunjang laboratorium dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pengiriman Data Spesimen

Pengiriman data spesimen yang digunakan pada pemeriksaan laboratorium dapat dikirimkan menggunakan resource Specimen. Data spesimen yang dapat dikirimkan antara lain jenis spesimen, waktu pengambilan spesimen, metode pengambilan spesimen, pasien terkait, kunjungan terkait, waktu spesimen diterima, tenaga kesehatan yang melakukan pengambilan sampel, permintaan terkait.

Satu payload atau satu record dari resource Specimen hanya dapat digunakan untuk 1 kode jenis spesimen. Sehingga, apabila diambil 2 jenis spesimen, sebagai contoh spesimen darah dan urin, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode spesimen darah dan 1 payload berisi kode spesimen urin.

Berikut pemetaan nilai untuk Specimen yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks Pengiriman Data Spesimen:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Specimen (data permintaan spesimen), dapat dilihat dalam resource Specimen. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari ServiceRequest dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pengiriman Data Hasil Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Hasil pemeriksaan penunjang dapat dikirimkan menggunakan resource Observation. Berikut adalah ketentuan pengisian data hasil pemeriksaan laboratorium melalui resource Observation:

  1. Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen Observation.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang dihasilkan. Referensi pemetaan pemeriksaan laboratorium dengan kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Hasil” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Laboratorium ketika mengirimkan data melalui resource Observation.

  2. Elemen Observation.category.coding diisi dengan kode laboratory.

  3. Pemilihan elemen Observation.value[x] disesuaikan dengan Tipe hasil pemeriksaan laboratorium.

    1. Observation.valueCodeableConcept untuk tipe hasil Nominal

    2. Observation.valueCodeableConcept untuk tipe hasil Ordinal

    3. Observation.valueQuantity untuk tipe hasil Kuantitatif/Quantitative

    4. Observation.valueString untuk tipe hasil Naratif/Narrative

  4. Elemen Observation.referenceRange direkomendasikan untuk selalu diisikan guna mempermudah interpretasi hasil laboratorium oleh tenaga kesehatan lainnya. Nilai normal yang dicantumkan disesuaikan dengan nilai normal yang ada dimasing-masing laboratorium berdasarkan alat maupun reagen yang tersedia.

Satu payload atau satu record dari resource Observation hanya dapat digunakan untuk 1 kode hasil parameter laboratorium. Sehingga, apabila terdapat 2 hasil laboratorium, sebagai contoh hasil pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit, maka perlu mengirimkan 2 payload di mana 1 payload berisi 1 kode pemeriksaan hemoglobin dan 1 payload berisi kode pemeriksaan hematokrit.

Berikut pemetaan nilai untuk Observation yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Observation (data hasil pemeriksaan laboratorium), dapat dilihat dalam resource Observation. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Observation dapat dilihat dalam Postman Collection.

Berikut adalah daftar contoh variasi pengiriman data hasil pemeriksaan yang dapat dilihat pada Postman Collection:

  1. Panel nominal (Golongan darah)

  2. Panel ordinal (Apusan bakteri tahan asam)

  3. Panel kuantitatif (Kolesterol total)

  4. Panel naratif (Pap smear)

Pengiriman Data Laporan Pemeriksaan Penunjang Laboratorium

Laporan hasil pemeriksaan akan dikirimkan melalui resource DiagnosticReport. Berikut adalah ketentuan pengisian laporan pemeriksaan penunjang laboratorium melalui resource DiagnosticReport:

  1. Data di resource DiagnosticReport akan mereferensi ke hasil pemeriksaan laboratorium terkait pada resource Observation melalui DiagnosticReport.result, spesimen terkait pada resource Specimen melalui DiagnosticReport.specimen, dan permintaan pemeriksaan penunjang terkait pada resource ServiceRequest melalui DiagnosticReport.basedOn.

  2. Kode LOINC atau kode Pemeriksaan Penunjang Nasional digunakan pada elemen DiagnosticReport.code untuk merepresentasikan nama pemeriksaan yang dilaporkan. Referensi pemetaan parameter laboratorium ke kode LOINC dapat dilihat melalui kode LOINC. Gunakan parameter pemeriksaan dengan kategori “Permintaan” atau “Permintaan & Hasil” pada file Terminologi Laboratorium melalui resource DiagnosticReport.

  3. Kode yang dicantumkan dalam DiagnosticReport.code akan sama dengan kode yang dicantumkan pada ServiceRequest.code terkait.

Satu payload atau satu record dari resource DiagnosticReport hanya dapat digunakan untuk 1 kode/laporan parameter laboratorium. Sehingga, apabila dilakukan permintaan 2 parameter laboratorium, sebagai contoh panel elektrolit dan hemoglobin, maka perlu mengirimkan 2 payload laporan melalui resource DiagnosticReport di mana 1 payload berisi 1 kode panel elektrolit dan 1 payload berisi kode parameter hemoglobin.

Berikut pemetaan nilai untuk DiagnosticReport yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data laporan pemeriksaan penunjang laboratorium:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource DiagnosticReport, dan contoh pengiriman data atau payload dari data laporan pemeriksaan laboratorium dapat dilihat dalam Postman Collection.

7. Pengiriman Data Diagnosis

Data diagnosis pasien dapat dikirimkan menggunakan resource Condition. Informasi diagnosis yang dimiliki pasien dilaporkan menggunakan kode ICD-10. Satu payload Condition hanya dapat digunakan untuk melaporkan 1 kode ICD-10. Sehingga apabila pasien memiliki 2 diagnosis, maka dikirimkan 2 payload Condition dengan 2 kode ICD-10 yang berbeda. Format pengiriman data dari resource Condition secara lengkap dapat dilihat dalam sub bab 5. Pengiriman Data Pelayanan Nifas. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data Diagnosis melalui resource Condition, yaitu:

Tabel 6. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource Condition

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Diagnosis

Condition.code.coding.system

http://hl7.org/fhir/sid/icd-10

Condition.code.coding.code

ICD-10 code

Condition.code.coding.display

ICD-10 Code Description

Condition.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Condition.category.coding.code

encounter-diagnosis

Condition.category.coding.display

Encounter Diagnosis

2. Keterangan

Condition.note

(Tipe data String)

8. Tindakan

Data terkait Tindakan dikirimkan menggunakan resource Procedure. Format pengiriman data dari resource Procedure secara lengkap dapat dilihat dalam sub bab 5. Pengiriman Data Pelayanan Nifas. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data Tindakan melalui resource Procedure, yaitu:

Tabel 7. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource Procedure

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

1. Jenis Tindakan

Procedure.code[0].coding[0].system[0]

http://hl7.org/fhir/sid/icd-9-cm

Procedure.code[0].coding[0].code[0]

ICD-9 CM Code

Procedure.code[0].coding[0].display[0

ICD-9 CM Code Description

9. Farmasi

Data terkait Farmasi meliputi data alergi obat, pengiriman data peresepan obat, dan pengeluaran obat. Data terkait Farmasi dikirimkan menggunakan resource AllergyIntolerance, Medication, MedicationRequest, dan Medication Dispense.

Skema Proses Peresepan dan Pengeluaran Obat
Data proses peresepan dan pengeluaran obat pada fasilitas pelayanan kesehatan akan menggunakan kamus farmasi dan alat kesehatan (KFA) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. KFA merupakan kamus master data produk farmasi dan alat kesehatan yang memuat kode unik untuk setiap produk farmasi dan alat kesehatan sehingga dapat digunakan dan diintegrasikan pada semua sistem yang digunakan pelaku industri kesehatan. Berikut merupakan Struktur Model KFA.

Struktur Model KFA
Gambar 6. Struktur Model KFA

Struktur Model KFA untuk Obat memiliki Format Kode Obat SATUSEHAT, yaitu berisi Numerik 8 digit dengan 2 digit prefiks dan 6 digit nomor urut.

  1. BZA adalah Bahan Zat Aktif dengan kode 91xxxxxx. Kode obat awalan 91 memuat tentang nama bahan zat aktif, UCUM, dan jenis farmalkes. Contoh kode 91000101 untuk mewakili nama bahan zat aktif Paracetamol.

  2. POV adalah Produk Obat Virtual dengan kode 92xxxxxx. Kode obat awalan 92 memuat informasi tentang penamaan produk template dengan format penamaan bahan zat aktif, kekuatan, satuan, dan bentuk sediaan. Kode awalan 92 berfungsi untuk mencari informasi mengenai bentuk sediaan, golongan obat, rute pemberian, info ATC, ATC/DDD, Info Dagang, Bahan Zat aktif dan kekuatan, dan dosis pemakaian. Contoh kode 92000511 mewakili produk Paracetamol 120 mg/5 mL Sirup.

  3. POA adalah Produk Obat Aktual dengan kode 93xxxxxx. Kode obat awalan 93 merupakan turunan dari produk template yang lebih detail dengan menambahkan atribut brand, volume, rasa, dan varian lainnya. Contoh kode 93002205 mewakili produk Paracetamol 120 mg/5 mL Sirup (ERPHAMOL).

  4. POAK adalah Produk Obat Aktual dalam Kemasan dengan kode 94xxxxxx. Kode obat awalan 94 menjelaskan produk aktual berdasarkan kemasan dari masing-masing obat atau vaksin. Contoh kode 94002470 mewakili kemasan dus isi 1 pada obat Paracetamol 120 mg/5 mL Sirup (ERPHAMOL).

Berikut merupakan alur detail penukaran resep dokter di apotek/instalasi farmasi:

Alur Detail Penukaran Resep Dokter di Apotek/Instalasi Farmasi
Gambar 7. Alur Detail Penukaran Resep Dokter di Apotek/Instalasi Farmasi

Pengiriman Data Peresepan Obat
Pengiriman data peresepan obat akan menggunakan 2 resources yaitu Medication dan MedicationRequest. resource Medication akan mencatatkan data umum terkait obat yang akan diresepkan. Sedangkan resource MedicationRequest akan digunakan untuk mengirimkan data terkait peresepan obat seperti jumlah yang diresepkan, instruksi minum obat dan lain-lain. Kedua data ini dikirimkan secara bersamaan sebagai 1 paket yaitu Medication dan MedicationRequest. Satu payload Medication dan MedicationRequest hanya dapat digunakan untuk peresepan 1 jenis obat saja. Apabila terdapat 2 jenis obat yang diresepkan, maka dikirimkan 2 paket Medication dan MedicationRequest.

Skema Peresepan 1 Obat
Gambar 8. Skema Peresepan 1 Obat
Skema Peresepan 2 Obat
Gambar 9. Skema Peresepan 2 Obat

Pengiriman Data Pengeluaran Obat
Pengiriman data pengeluaran/dispense obat akan menggunakan 2 resources yaitu Medication dan MedicationDispense. resource Medication akan mencatatkan data umum terkait obat yang akan di dispense. Sedangkan resource MedicationDispense akan digunakan untuk mengirimkan data terkait proses dispense obat, seperti jumlah yang di dispense, instruksi minum obat dan lain-lain. Kedua data ini dikirimkan secara bersamaan sebagai 1 paket yaitu Medication dan MedicationDispense. Satu payload Medication dan MedicationDispense hanya digunakan untuk dispense/pengeluaran 1 jenis obat saja. Apabila terdapat 2 jenis obat yang dikeluarkan, maka dikirimkan 2 paket Medication dan MedicationDispense.

Skema Pengeluaran 1 Obat
Gambar 10. Skema Pengeluaran 1 Obat
Skema Pengeluaran 2 Obat
Gambar 11. Skema Pengeluaran 2 Obat

Pemetaan Nilai AllergyIntolerance

Berikut pemetaan nilai untuk AllergyIntolerance yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data alergi:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource AllergyIntolerance (data alergi), dapat dilihat dalam resource AllergyIntolerance. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari AllergyIntolerance dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Nilai Medication

Berikut pemetaan nilai untuk Medication yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data kode lokal obat di masing-masing institusi:

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Medication (data peresepan obat), dapat dilihat dalam resource Medication. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Medication dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Nilai MedicationRequest

Berikut pemetaan nilai untuk MedicationRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data terkait peresepan obat:

  1. Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.

  2. Standar format Waktu yang digunakan dalam pengiriman data adalah UTC +00. Misalnya waktu WIB, maka format yang digunakan adalah waktu sekarang dikurangi 7, jika WITA, maka waktu sekarang dikurangi 8, dan Jika WIT, maka waktu sekarang dikurangi 9.

    Contoh: Pukul 17.35 WIB tanggal 23 Agustus 2023 maka yang dikirimkan adalah waktunya perlu diubah ke UTC +00 menjadi 10.35, berarti menjadi 2023-08-23T10:35:00+00:00.

  3. Standar format pengiriman Tanggal tidak bisa kurang dari 03 Juni 2014.

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Ketentuan Pengisian resource Medication

Ketentuan pengisian secara spesifik untuk pengisian resource Medication adalah sebagai berikut:

  1. Medication.code
    Medication.code dapat diisi dengan kode obat yang digunakan akan menggunakan kode obat yang tersedia pada KFA (kamus farmasi dan alat kesehatan). Terdapat 2 tipe kode KFA yaitu:

    1. Kode Produk Obat Template (92xxxxxx)

    2. Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx) → kode untuk obat brand Pengisian kode KFA tergantung jenis obat yang diresepkan atau dikeluarkan apakah dalam bentuk produk obat template atau produk obat aktual. Daftar kode obat KFA dapat dilihat dalam browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser. Medication.code wajib diisi apabila mengirimkan data obat non-racikan dengan ketentuan penggunaan kode sebagai berikut:

    3. Medication.code untuk MedicationRequest dapat menggunakan Kode Produk Obat Template (92xxxxxx) atau Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx), tergantung kesiapan sistem masing-masing Fasyankes. Karena tidak semua sistem Fasyankes memiliki dua struktur level untuk proses MedicationRequest, untuk MedicationRequest yang menggunakan kode awalan 93 dapat menggunakan kode 93 (Umum) atau kode 93 (Merek) sebagai pengganti kode 92. Hal ini dikarenakan setiap kode 92 memiliki padanan kode 93 (Umum).

    4. Medication.code untuk MedicationDispense wajib menggunakan Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx). Apabila tidak memiliki merek maka Fasyankes dapat menggunakan kode 93 (Umum). Jika peresepan obat menggunakan kode awalan 92 maka kode 93 untuk penebusan obat sebaiknya merupakan turunan kode 92 dari obat yang diresepkan. Akan tetapi, jika farmasi tidak memiliki stok obat kode 93 dengan dosis yang sesuai, tetapi ada obat dengan zat aktif sama namun beda kekuatan maka dapat digunakan sesuai kebutuhan. Misalnya, peresepan menggunakan kode 92 Paracetamol 500mg, tetapi saat penebusan obat hanya tersedia kode 93 Paracetamol 250mg maka farmasi dapat mengeluarkan obat kode 93 Paracetamol 250mg dengan tata cara minum 2 tablet. Adapun jika memang benar-benar tidak ada maka pihak farmasi perlu memberikan copy resep agar penebusan obat dilakukan di apotek di luar Fasyankes untuk mendapatkan obat yang sesuai. Adapun untuk pengiriman data obat racikan, Medication.code dapat dikosongkan.

  2. Medication.ingredient
    Terdapat 3 cara pengisian Medication.ingredient yaitu:

    1. Peresepan/pengeluaran obat non-racikan.

      • Medication.ingredient tidak wajib diisi apabila data yang dikirimkan adalah obat non-racikan.

      • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept apabila akan diisi untuk digunakan pada MedicationRequest dan MedicationDispense maka diisikan kode zat aktif dari KFA (91xxxxxx). Daftar kode zat aktif dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

      • Pada proses peresepan dan pengeluaran obat, Medication.ingredient.strength.numerator dan Medication.ingredient.strength.denominator berisi unit dosis yang harus dipecah menjadi angka & satuan baik digunakan ketika pada MedicationRequest maupun pada MedicationDispense.

      • Contoh pengisian dapat dilihat pada tabel berikut:

.

Medication.ingredient pada Obat Non Racikan (MedicationRequest dan MedicationDispense)

Azithromycin 500 mg Tablet Salut Selaput (ZITHRAX)

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

91000235

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Azithromycin

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

500

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

mg

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

1

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

TAB

  1. Peresepan/pengeluaran obat racikan dengan instruksi berikan dalam dosis demikian/ d.t.d.

    • Medication.ingredient wajib diisi apabila data yang dikirimkan adalah obat racikan.

    • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept yang digunakan untuk MedicationRequest diisikan kode zat aktif dari KFA (91xxxxxx). Daftar kode zat aktif dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

    • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept yang digunakan untuk MedicationDispense diisikan Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx). Daftar kode obat aktual dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

    • Pada proses peresepan obat, Medication.ingredient.strength.numerator berisi unit dosis yang diresepkan dokter (Contoh: 125/mg), sedangkan Medication.ingredient.strength.denominator berisi banyaknya obat yang mengandung unit dosis pada numerator (Contoh: 1/kap). Adapun pada proses pengeluaran obat, Medication.ingredient.strength.numerator berisi banyaknya obat yang dikeluarkan dan perlu dipecah (Contoh: 5/tab), sedangkan Medication.ingredient.strength.denominator berisi banyaknya obat setelah dihasilkan sesuai resep dokter (Contoh: 20/cap).

    • Contoh pengisian dapat dilihat pada tabel berikut:

.

Medication.ingredient pada Obat Racikan d.t.d (MedicationRequest)

Dokter meresepkan obat dengan kandungan Paracetamol 125 mg/ kapsul dengan jumlah 20 kapsul

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

91000101

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Paracetamol

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

125

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

mg

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

1

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

CAP

.

Medication.ingredient pada Obat Racikan d.t.d (MedicationDispense)

Dokter meresepkan obat dengan kandungan Paracetamol 125 mg/ kapsul dengan jumlah 20 kapsul. Peresepan ini menggunakan Parasetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP) dengan jumlah 5 tablet yang dibagi menjadi 20 kapsul.

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

93002225

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Paracetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP)

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

5

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

TAB

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

20

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

CAP

  1. Peresepan/pengeluaran obat racikan non-d.t.d (bagi dalam bagian-bagian yang sama).

    • Medication.ingredient wajib diisi apabila data yang dikirimkan adalah obat racikan.

    • Medication.ingredient[i].itemCodeableConcept yang digunakan untuk MedicationRequest dapat diisikan Kode Produk Obat Virtual (92xxxxxx) atau Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx), sedangkan untuk MedicationDispense diisikan Kode Produk Obat Aktual (93xxxxxx). Daftar kode obat aktual dapat dilihat pada browser kamus KFA pada link berikut: https://dto.kemkes.go.id/kfa-browser.

    • Numerator dan Denominator pada proses peresepan dan pengeluaran obat racikan non-d.t.d sama, yaitu Medication.ingredient.strength.numerator berisi unit dosis yang harus dipecah menjadi angka dan satuan (Contoh: 10/tab), sedangkan Medication.ingredient.strength.denominator berisi banyaknya obat yang perlu dibuat sesuai yang diresepkan dokter (Contoh: 30/cap).

    • Contoh pengisian dapat dilihat pada tabel berikut.

.

Medication.ingredient pada Obat Racikan non d.t.d (MedicationRequest dan MedicationDispense)

Dokter meresepkan Paracetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP) sejumlah 10 tab dibuat menjadi 30 kapsul

1

Medication.ingredient.itemCodeableConcept

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.system

http://sys-ids.kemkes.go.id/kfa

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.code

93002225

Medication.ingredient.itemCodeableConcept.display

Paracetamol 500 mg Tablet (OMEGRIP)

2

Medication.ingredient.strength.numerator

Medication.ingredient.strength.numerator.value

10

Medication.ingredient.strength.numerator.system

http://unitsofmeasure.org

Medication.ingredient.strength.numerator.code

TAB

3

Medication.ingredient.strength.denominator

Medication.ingredient.strength.denominator.value

30

Medication.ingredient.strength.denominator.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-orderableDrugForm

Medication.ingredient.strength.denominator.code

CAP

Matriks skenario peresepan dan pengeluaran obat dapat dilihat pada Lampiran 2.

Ketentuan Pengisian resource MedicationRequest

Ketentuan pengisian secara spesifik untuk pengisian resource MedicationRequest adalah sebagai berikut:

  1. MedicationRequest.recorder
    MedicationRequest.recorder menjelaskan siapa yang mencatatkan resep ke dalam sistem. Ketentuan pengisian elemen ini yaitu:

    • Bila diisi oleh dokter yang meresepkan, maka akan merefer ke Practitioner ID dari dokter tersebut

    • Bila diisi oleh apoteker yang mendapatkan resep dari fasilitas pelayanan kesehatan lain, maka akan merefer ke Practitioner ID dari apoteker tersebut

  2. MedicationRequest.dosageInstruction[i].sequence
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].sequence menjelaskan urutan aturan pemakaian dari obat.

    • Apabila dalam peresepan aturan pakai akan selalu sama dari awal sampai akhir, maka cukup menuliskan 1 paket aturan pakai dengan nilai sequence=1.

    • Apabila terdapat perubahan aturan pakai dalam peresepan, contoh tapering-down, maka perlu dituliskan 2 paket aturan pakai dengan paket pertama nilai sequence=1, sedangkan paket aturan pakai kedua dengan nilai sequence=2

  3. MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat berisi aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Cara Pengisian dapat dilihat dalam Gambar 4.

Tabel 8. Tatacara pengisian MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxDayofWeekTimeOfDaywhenoffsetbounds[x]count

Every 8 hours

1

8

h

Every 7 days

1

7

d

3 times a day

3

1

d

3-4 times a day

3

4

1

d

Every 4-6 hours

1

4

h

6

Every 21 days for 1 hours

1

hr

1

21

d

Three times a week for 1/2 hour

0.5

hr

3

1

wk

With breakfast

CM

For 5 minutes, 10 minutes before meals

5

min

AC

10

1 tablet 3 times daily, 30 minutes before meals

3

1

d

AC

30

BID, 30 mins before meal, for next 10 days

2

1

d

AC

30

Duration = 10 days

TID, for 14 days

3

1

d

Duration = 14 days

BID, start on 7/1/2015 at 1:00 PM

2

1

d

Period.start = 2015-07-01T13:00:00

Mon, Wed, Fri, Morning

1

1

d

mon l wed l fri

MORN

Every day at 10am

1

1

d

10:00

Take once, at any time

1

Take every second day, in the morning, until 20 have been taken

1

2

d

MORN

20

  1. MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code berisi kode untuk aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Apabila mengirimkan data menggunakan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code, elemen MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat harus tetap diisi yang ekuivalen. Hubungan antara MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat dapat dilihat dalam Gambar 5.

Tabel 9. Hubungan antara MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxwhenbounds[x]

QOD

1

2

d

QD

1

1

d

BID

2

1

d

TID

3

1

d

QID

4

1

d

Q4H

1

4

h

Q6H

1

6

h

AM

1

1

d

MORN

PM

1

1

d

AFT or EVE

Berikut adalah daftar contoh variasi pengiriman data peresepan obat dapat dilihat pada Postman Collection:

  1. Obat racikan salep d.t.d

  2. Obat luar sekali pakai, dipakai malam hari

  3. Obat racikan dengan peresepan d.t.d

  4. Obat racikan non-d.t.d dimasukkan dalam kapsul

  5. Obat racikan d.t.d dalam bentuk pulveres

  6. Obat insulin short acting disuntik sebelum makan

  7. Obat steroid dengan dosis tapering down

  8. Obat single dose

  9. Obat tetes mata

  10. Obat tablet vagina

  11. Obat suppositoria

  12. Obat sirup diminum bila demam

Pemetaan Nilai MedicationDispense

Berikut pemetaan nilai untuk MedicationDispense yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks data laporan hasil pemeriksaan:

Setiap terdapat simbol asterik * sebelum nama variabel/parameter/element FHIR yang disebutkan, maka variabel/parameter/element FHIR tersebut bersifat WAJIB, harus ada, atau pasti selalu ada, contoh: *Location.identifier.
Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Ketentuan Pengisian resource MedicationDispense

Ketentuan pengisian secara spesifik untuk pengisian resource MedicationDispense adalah sebagai berikut:

  1. MedicationDispense.dosageInstruction[i].sequence
    MedicationRequest.dosageInstruction[i].sequence menjelaskan urutan aturan pemakaian dari obat.

    • Apabila dalam peresepan aturan pakai akan selalu sama dari awal sampai akhir, maka cukup menuliskan 1 paket aturan pakai dengan nilai sequence=1.

    • Apabila terdapat perubahan aturan pakai dalam peresepan, contoh tapering-down, maka perlu dituliskan 2 paket aturan pakai dengan paket pertama nilai sequence=1, sedangkan paket aturan pakai kedua dengan nilai sequence=2

  2. MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat
    MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat berisi aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Cara Pengisian dapat dilihat dalam Gambar 6.

    Tabel 10. Tatacara pengisian MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat
    descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxDayofWeekTimeOfDaywhenoffsetbounds[x]count

    Every 8 hours

    1

    8

    h

    Every 7 days

    1

    7

    d

    3 times a day

    3

    1

    d

    3-4 times a day

    3

    4

    1

    d

    Every 4-6 hours

    1

    4

    h

    6

    Every 21 days for 1 hours

    1

    hr

    1

    21

    d

    Three times a week for 1/2 hour

    0.5

    hr

    3

    1

    wk

    With breakfast

    CM

    For 5 minutes, 10 minutes before meals

    5

    min

    AC

    10

    1 tablet 3 times daily, 30 minutes before meals

    3

    1

    d

    AC

    30

    BID, 30 mins before meal, for next 10 days

    2

    1

    d

    AC

    30

    Duration = 10 days

    TID, for 14 days

    3

    1

    d

    Duration = 14 days

    BID, start on 7/1/2015 at 1:00 PM

    2

    1

    d

    Period.start = 2015-07-01T13:00:00

    Mon, Wed, Fri, Morning

    1

    1

    d

    mon l wed l fri

    MORN

    Every day at 10am

    1

    1

    d

    10:00

    Take once, at any time

    1

    Take every second day, in the morning, until 20 have been taken

    1

    2

    d

    MORN

    20

  3. MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code berisi kode untuk aturan kapan suatu obat harus dikonsumsi. Apabila mengirimkan data menggunakan MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code, elemen MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat harus tetap diisi yang ekuivalen. Hubungan antara MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationDispense.dosageInstruction[i].timing.repeat dapat dilihat dalam Gambar 7.

Tabel 11. Hubungan antara MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.code dengan MedicationRequest.dosageInstruction[i].timing.repeat
descriptiondurationdurationUnitfrequencyfrequencyMaxperiodperiodUnitperiodMaxwhenbounds[x]

QOD

1

2

d

QD

1

1

d

BID

2

1

d

TID

3

1

d

QID

4

1

d

Q4H

1

4

h

Q6H

1

6

h

AM

1

1

d

MORN

PM

1

1

d

AFT or EVE

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Medication dan MedicationDispense (data peresepan obat dan pengeluaran obat), dapat dilihat dalam resource Medication dan resource MedicationDispense. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari Medication dan MedicationDispense dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data Farmasi untuk data alergi melalui resource AllergyIntolerance, yaitu:

Tabel 12. Pemetaan Variabel
Pemetaan Variabel Resource AllergyIntolerance

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Alergi Obat

1. Apakah ada alergi obat

AllergyIntolerance.code.coding.system

http://www.nlm.nih.gov/research/umls/rxnorm
http://snomed.info/sct

AllergyIntolerance.code.coding.code

Link

AllergyIntolerance.code.coding.display

Link

AllergyIntolerance.clinicalStatus.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/allergyintolerance-clinical

AllergyIntolerance.clinicalStatus.coding,code

active

inactive

AllergyIntolerance.clinicalStatus.coding,display

Active

Inactive

Pilihan jawaban yang divisualisasikan

Ya

Tidak

2. Jika Ya, jenis obat

AllergyIntolerance.code.coding.system

http://www.nlm.nih.gov/research/umls/rxnorm
http://snomed.info/sct

AllergyIntolerance.code.coding.code

Link

AllergyIntolerance.code.coding.display

Link

10. Pengiriman Data Prognosis

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk ClinicalImpression yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks pengiriman data keterangan prognosis pasien:

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ClinicalImpression, dan contoh pengiriman data atau payload dari data prognosis dapat dilihat dalam Postman Collection pada Petunjuk Teknis SATUSEHAT (Juknis SATSET).

Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data prognosis melalui resource ClinicalImpression dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 13. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data prognosis melalui resource ClinicalImpression
Resource ClinicalImpression

Nama Variabel: Prognosis

*ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept[i].coding.system

*ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept[i].coding.code

*ClinicalImpression.prognosisCodeableConcept[i].coding.display

Keterangan

http://snomed.info/sct

170968001

Prognosis good

1. Baik;

http://snomed.info/sct

65872000

Fair prognosis

2. Dubia et bonam / cenderung baik;

http://snomed.info/sct

67334001

Guarded prognosis

3. Dubia et malam / cenderung tidak baik;

http://snomed.info/sct

170969009

Prognosis bad

4. Tidak baik

11. Pengiriman Data Rencana Tindak Lanjut & Sarana Transportasi Untuk Rujuk

Data rencana tindak lanjut menunjukkan rencana perawatan selanjutnya yang akan diterima oleh pasien setelah pulang. Data terkait dengan rencana tindak lanjut ini dikirimkan menggunakan resources ServiceRequest.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk ServiceRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter, dapat dilihat dalam dokumen Petunjuk Teknis SATUSEHAT (Juknis SATSET). Untuk contoh pengiriman data atau payload dari data rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang atas persetujuan dokter” dan “Pulang atas permintaan sendiri”, dan “lain-lain” dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Dirujuk ke” dan “Rawat Inap” melalui resource ServiceRequest dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 14. Terminologi spesifik yang digunakan dalam rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit melalui resource ServiceRequest
Resource ServiceRequest

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Nama Variabel: Rencana tindak lanjut/cara keluar dari rumah sakit

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

3457005

737481003

ServiceRequest.code.coding.display

Patient referral

Inpatient care management

Keterangan ServiceRequest.code

3. Dirujuk ke

Inpatient care management

ServiceRequest.locationCode.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-RoleCode

ServiceRequest.locationCode.code.coding.code

AMB

ServiceRequest.locationCode.code.coding.display

Ambulance

ServiceRequest.locationCode.text

Tipe data String

Keterangan ServiceRequest.locationCode

* Format pengisian untuk jawaban 1. Ambulans dapat melihat elemen ServiceRequest.locationCode.coding
* Format pengisian untuk 2. Lain-lain (free text) dapat melihat elemen ServiceRequest.locationCode.text

12. Pengiriman Data Instruksi untuk Tindak Lanjut

Variabel Instruksi untuk tindak lanjut dan resource yang digunakan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 15. Variabel instruksi untuk tindak lanjut dan resources yang digunakan

Variabel

Format/Value

Path FHIR

Instruksi untuk Tindak Lanjut

Kontrol ke

1. Poli

ServiceRequest.locationCode
ServiceRequest.code

2. Fasyankes

3. Lain-lain (free text)

Tanggal

-

ServiceRequest.occurrenceDateTime

Dalam Keadaan Darurat dapat Menghubungi

-

ServiceRequest.patientInstruction

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk ServiceRequest yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Pengiriman data instruksi tindak lanjut dikirimkan melalui resource ServiceRequest. Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource ServiceRequest, dan contoh pengiriman data atau payload dari data instruksi tindak lanjut dapat dilihat dalam Postman Collection pada Petunjuk Teknis SATUSEHAT (Juknis SATSET).

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam instruksi tindak lanjut melalui resource ServiceRequest dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 16. Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik
Resource ServiceRequest

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Instruksi Tindak Lanjut

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

185389009

ServiceRequest.code.coding.display

Follow-up visit

ServiceRequest.locationCode.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/v3-RoleCode

ServiceRequest.locationCode.coding.code

OF

HOSP

PC

ServiceRequest.locationCode.coding.display

Outpatient facility

Hospital

Primary care clinic

Keterangan ServiceRequest.locationCode

1. Poli

2. Fasyankes

2. Fasyankes

Untuk pilihan jawaban “3. Lain-lain (free-text)”, maka tuliskan keterangan melalui elemen ServiceRequest.locationCode.text

Rujukan Internal / Kontrol Ulang di Rumah Sakit yang Sama (Self Referral)

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

306098008

ServiceRequest.code.coding.display

Self-referral

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

11429006

ServiceRequest.code.coding.display

Consultation

Rujukan External menggunakan kode SNOMED-CT (Patient Referral)

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

3457005

ServiceRequest.code.coding.display

Patient referral

ServiceRequest.code.coding.system

http://snomed.info/sct

ServiceRequest.code.coding.code

11429006

ServiceRequest.code.coding.display

Consultation

13. Pengiriman Data Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Data kondisi saat meninggalkan rumah sakit menunjukkan keadaan pasien saat meninggalkan rumah sakit. Pengisian pilihan jawaban dari kondisi saat meninggalkan rumah sakit dan resource yang digunakan dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 17. Pilihan jawaban dari kondisi saat meninggalkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan resource yang digunakan
VariabelFormat/ValueResourceElemen Data / Path

Kondisi Saat Meninggalkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan

1. Stabil;

Condition

Condition.code.coding

2. Tidak stabil;

Condition

Condition.code.coding

3. Perbaikan;

Condition

Condition.code.coding

4. Pulang paksa;

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

5. Dirujuk;

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

6. Meninggal < 48 jam;

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

7. Meninggal > 48 jam

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

8. Lain-lain (free text)

Encounter

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding

Kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Stabil”, “Tidak stabil”, dan “Perbaikan” akan dikirimkan menggunakan resource Condition.

Pemetaan Nilai

Berikut pemetaan nilai untuk Condition yang direpresentasikan dalam peta referensi (path) ke properti (element id) terkait, untuk konteks jenis perawatan:

Silakan klik setiap teks variabel/parameter/element FHIR pada daftar pemetaan nilai di bawah ini (berwarna merah), untuk membaca panduan lebih detail/lanjut ke bagian yang direferensikan.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Condition, dapat dilihat dalam dokumen Petunjuk Teknis SATUSEHAT (Juknis SATSET). Untuk contoh pengiriman data atau payload dari data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Stabil”, “Tidak stabil”, dan “Perbaikan” dapat dilihat dalam Postman Collection.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Stabil”, “Tidak stabil”, dan “Perbaikan” melalui resource Condition dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 18. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit melalui resource Condition
Resource Condition

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Nama Variabel: Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Condition.category.coding.system

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/condition-category

Condition.category.coding.code

problem-list-item

Condition.category.coding.display

Problem List Item

Condition.code.coding.system

http://snomed.info/sct

Condition.code.coding.code

359746009

162668006

268910001

Condition.code.coding.display

Patient’s condition stable

Patient’s condition unstable

Patient’s condition improved

Keterangan

Stabil

Tidak stabil

Perbaikan

Kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang paksa”, “Dirujuk”, “Meninggal <48 jam”, “Meninggal > 48 jam”, dan “lain-lain” akan dikirimkan menggunakan resource Encounter pada elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding. Sedangkan untuk pilihan jawaban lain-lain, keterangan tambahan dapat dikirimkan dengan tipe data String melalui elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.text.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter (data pendaftaran kunjungan pasien), dapat dilihat dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang paksa”, “Dirujuk”, “Meninggal <48 jam”, “Meninggal > 48 jam”, dan “lain-lain” dapat dilihat dalam Postman Collection.

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit dengan pilihan jawaban “Dirujuk”, “Meninggal <48 jam”, “Meninggal > 48 jam” melalui resource Encounter dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 19. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit melalui resource Encounter
Resource Encounter

Nama Variabel: Kondisi Saat Meninggalkan Rumah Sakit

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.system

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.code

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.display

Keterangan

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

aadvice

Left against advice

4. Pulang paksa

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

other-hcf

Other healthcare facility

5. Dirujuk

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/discharge-disposition

exp-lt48h

Meninggal <48 jam

6. Meninggal <48 jam;

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/discharge-disposition

exp-gt48h

Meninggal >48 jam

7. Meninggal >48 jam

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

oth

Other

8. Lain-
lain (free text)

14. Pengiriman Data Cara Keluar dari Rumah Sakit

Data cara keluar dari rumah sakit menjelaskan terkait cara pasien keluar dari rumah sakit. Data cara keluar dari rumah sakit diisi dengan pilihan jawaban “Pulang atas persetujuan dokter” dan “Pulang atas permintaan sendiri”. Data tersebut akan dikirimkan menggunakan resource Encounter pada elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding. Sedangkan untuk pilihan jawaban “Lain-lain”, keterangan tambahan dapat dikirimkan dengan tipe data String melalui elemen Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.text.

Pemetaan Variabel dan Terminologi Spesifik

Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data cara keluar dari rumah sakit dengan pilihan jawaban “Pulang atas persetujuan dokter”, “Pulang atas permintaan sendiri”, dan “Lain-lain (free text)” melalui resource Encounter dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 20. Terminologi spesifik yang digunakan dalam pengiriman data kondisi saat meninggalkan rumah sakit melalui resource Encounter
Resource Encounter

Nama Variabel: Cara keluar dari rumah sakit

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.system

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.code

Encounter.hospitalization.dischargeDisposition.coding.display

Keterangan

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

home

Home

1. Pulang atas persetujuan dokter;

http://terminology.hl7.org/CodeSystem/discharge-disposition

aadvice

Left against advice

2. Pulang atas permintaan sendiri;

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/discharge-disposition

oth

Other

3. Lain-lain (free text)

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari data cara keluar dari rumah sakit dapat dilihat dalam xref:id:postman-workshop:index.adoc#postman-collection-satusehat[Postman Collection].

15. Pembaruan Data Kunjungan

Pasien sedang mendapatkan pelayanan kesehatan

Saat pasien sedang mendapatkan pelayanan kesehatan atau pemeriksaan, sangat direkomendasikan untuk mencatat kapan proses tersebut dimulai dan berakhir pada Encounter.statusHistory dengan menambah data baru dengan Encounter.statusHistory[].periode dan menandai Encounter.statusHistory[].periode dengan nilai in-progress. Jika update data kunjungan dilakukan secara realtime mengikuti setiap perubahan status kunjungan maka saat mengupdate data kunjungan diperlukan untuk mengisikan Encounter.periode sesuai dengan data yang ditambahkan pada Encounter.statusHistory[].periode serta menandai Encounter.status sebagai in-progress.

Kunjungan selesai

Saat kunjungan pasien selesai, dilakukan pembaharuan data kunjungan dengan menambahkan informasi diagnosis, periode kunjungan selesai, kondisi saat meninggalkan fasilitas pelayanan kesehatan, dan rencana tindak lanjut/cara keluar dari fasilitas pelayanan kesehatan, kunjungan Neonatus serta UUID dari EpisodeOfCare untuk neonatus yang terkait. Pengiriman data dilakukan melalui metode PUT. Isi Encounter.id dengan UUID balikan dari SATUSEHAT setelah melakukan POST data kunjungan pertama kali.

Penjelasan tipe mandatoris, deskripsi dan format pengisian dari setiap elemen data/path di dalam resource Encounter. Untuk contoh pengiriman data atau payload dari pembaharuan data kunjungan dapat dilihat dalam Postman Collection.

Khusus untuk status kunjungan Neonatus disematkan pada Encounter dengan format sebagai berikut:

Tabel 21. Variabel yang digunakan dalam Kunjungan selesai
Pemetaan Variabel Resource Encounter

Elemen/Path FHIR

Terminologi/Format Pengisian

Encounter.identifier[0].system[0]

http://terminology.kemkes.go.id/CodeSystem/episodeofcare/puerperium

Encounter.identifier[0].value[0]

KF1

KF2

KF3

KF4

Keterangan Encounter.identifier

KF 1 (6 jam - 2 hari)

KF 2 (3 - 7 hari)

KF 3 (8 - 28 hari)

KF 4 (29 - 42 hari)

Keterangan: Pengiriman data Kunjungan PNC melalui elemen Encounter.identifier dilakukan setiap kunjungan PNC dilakukan dengan memberikan informasi apakah kunjungan tersebut masuk kedalam kunjungan KF 1, KF 2, KF 3, atau KF 4.

16. Menutup Episode Nifas

Episode nifas yang didaftarkan saat pertama kali melakukan kunjungan PNC perlu ditutup untuk menandai berakhirnya periode nifas untuk seorang ibu. Informasi terkait penutupan episode kehamilan ini berkaitan dengan mengupdate nilai pada EpisodeOfCare.status dan menambahkan 1 objek EpisodeOfCare.statusHistory[i].status dengan isian “finished” serta mengisikan waktu penutupan episode kehamilan pada EpisodeOfCare.period.end dan EpisodeOfCare.statusHistory[i].periode.end dengan isian “finished” melalui metode PUT.

Berakhirnya nifas ini dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut dan akan mengupdate nilai EpisodeOfCare.periode.end dan EpisodeOfCare.statusHistory[].periode.end dengan salah satu kondisi berikut:

  1. Enam minggu (42 hari) setelah persalinan.

  2. Kehilangan kontak dan follow-up - tidak tersedianya informasi terkait berakhirnya nifas karena sistem tidak lagi mampu melacak pencatatan maupun follow-up terhadap periode nifas seorang ibu, maka waktu yang digunakan dapat memanfaatkan batas maksimum masa nifas dapat terjadi yaitu 6 minggu (42 hari) setelah tanggal persalinan.


1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual